Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.ANTARA/Ahmad Fikri.
21 SMP di Cianjur Terapkan Sistem Pendaftaran Daring SPMB 2026
Silvana Febiari • 10 June 2026 21:39
Cianjur: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat 21 Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Cianjur menerapkan sistem pendaftaran daring pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur Ipan Sopandi mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan SMP untuk melakukan sosialisasi SPMB sejak akhir Mei. Sosialisasi tersebut menegaskan bahwa pendaftaran SPMB akan dibuka pada 17–25 Juni 2026.
"Puluhan SMP negeri membuka SPMB secara daring sehingga calon siswa tidak perlu datang langsung ke sekolah untuk mendaftar cukup dari rumah melalui ponsel atau laptop milik orang tuanya," kata Ipan, dilansir dari Antara, Rabu, 10 Juni 2026.
Orang tua calon siswa dapat memanfaatkan waktu dan hari tertentu saat mendaftar secara daring. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kepadatan akses yang dapat mengganggu server, terutama pada hari pertama pembukaan pendaftaran.
Pihaknya telah meminta seluruh sekolah yang melaksanakan SPMB secara daring untuk menggencarkan sosialisasi kepada orang tua calon siswa. Salah satunya dengan mengimbau agar tidak terpaku pada hari pertama pendaftaran guna menghindari potensi gangguan pada server.
Dia menilai dengan waktu pendaftaran yang cukup panjang serta skema jalur yang sama seperti tahun sebelumnya, calon siswa dapat lebih tenang dalam memilih sekolah. Adapun komposisi jalur penerimaan meliputi domisili 45 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 20 persen, dan perpindahan orang tua 5 persen.
.jpg)
Ilustrasi. (Pexels)
Hanya terdapat perubahan pada komponen penilaian jalur prestasi. Tahun ini, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) mulai diperhitungkan sebagai salah satu indikator seleksi dengan bobot 15 persen dan nilai rapor 15 persen.
"Jadi silahkan manfaatkan waktu tertentu tidak terburu-buru mendaftar pada hari pertama karena dapat mengganggu sistem pada server SPMB di masing-masing sekolah karena banyaknya pendaftar," ungkap Ipan.
Pihaknya memprediksi lonjakan pendaftar setiap tahunnya selalu terjadi, terutama di sekolah yang dianggap favorit. Namun, pihak sekolah tetap harus berpedoman pada kuota yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Sedangkan calon peserta didik yang tidak diterima di sekolah tujuan diharapkan dapat mendaftar ke sekolah negeri lain yang masih memiliki kuota. Mereka juga dapat mempertimbangkan sekolah swasta di sekitar tempat tinggalnya.