Pencarian ABK WNI Korban Serangan Drone di Yaman Dilakukan Secara Intensif

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah. Foto: Metrotvnews.com

Pencarian ABK WNI Korban Serangan Drone di Yaman Dilakukan Secara Intensif

Muhammad Reyhansyah • 13 August 2026 17:46

Jakarta: Perkembangan pencarian Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang akibat serangan drone di Yaman dipastikan masih terus dipantau oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah tegaskan pencarian dilakukan secara intensif.

“Satu ABK masih belum ditemukan dan upaya pencarian serta penyisiran wilayah laut masih dilakukan secara intensif oleh pihak yang terkait. Hal ini dikonfirmasi melalui Kementerian Luar Negeri Yaman yang kita terima pagi ini,” ujar Heni dalam keterangan kepada awak media, di Kantor Kemlu RI, Kamis 13 Agustus 2026.

Ia menambahkan kepastian resmi mengenai keberadaan dan kondisi salah satu ABK WNI tersebut masih terus diupayakan oleh KBRI Muscat melalui komunikasi intensif dengan otoritas terkait.

“Kemlu bersama KBRI Muscat terus memantau perkembangan insiden serangan terhadap kapal MV Tihamah,” ungkap Heni.

Sebelumnya, beredar kabar di beberapa media asing yang menyebutkan bahwa seorang WNI tewas dalam kejadian itu. Meski demikian, Heni menegaskan pihaknya masih terus mengumpulkan informasi lanjutan guna memastikan nasib dan keberadaan ABK yang bersangkutan.

“Kemlu melalui KBRI Muscat terus melakukan langkah langkah yang diperlukan untuk memastikan perlindungan bagi para ABK tersebut termasuk memfasilitasi kepulangan ke Tanah Air,” tegas Heni.

Sebagai informasi, insiden serangan drone terhadap MV Tihamah terjadi sewaktu kapal sedang bersandar di Pelabuhan Bab Al-Mandeb, Yaman, Selasa 11 Agustus 2026.

Total ada 11 ABK yang mengawaki kapal tersebut, dengan rincian delapan warga Pakistan serta tiga WNI.

(Razaqa Hariz)

(Fajar Nugraha)