Kemendagri menyelanggaraka kegiatan ASRI dalam rangka mewujudkan Indonesia bersih. Istimewa
Gerakan Indonesia ASRI, Kemendagri Ajak Masyarakat Kelola Sampah dari Rumah
Whisnu Mardiansyah • 15 August 2026 13:22
Jakarta: Jakarta: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dipadukan dengan Edukasi Pengelolaan Sampah di kantor Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda), Jumat, 14 Agustus 2026.
Acara ini menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini sekaligus wujud penguatan kepedulian terhadap kebersihan dan penanganan limbah rumah tangga.
Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir mengungkapkan persoalan limbah merupakan tantangan besar yang memerlukan solusi kolektif. Ia menegaskan, pemerintah tak bisa bergerak sendiri lantaran transformasi dalam sistem pengelolaan sampah menuntut peran aktif warga, dimulai dari skala rumah tangga sampai ke lingkungan sekitar.
"Pengelolaan sampah adalah persoalan yang memang harus kita hadapi dan kita selesaikan bersama. Sampah adalah tanggung jawab kita semua," ujar Tomsi dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Tomsi menekankan, sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri mengenai urgensi perubahan pola pikir dan rutinitas masyarakat, terutama pembiasaan memilah sampah sejak dari hulu. Ia menyebut rumah, keluarga, dan permukiman sebagai pangkal tolak perubahan tersebut.
"Kalau kita ingin melihat perubahan yang besar, kita harus berani memulainya dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan setiap hari," tuturnya.
Tomsi juga mengungkapkan Gerakan Indonesia ASRI merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto guna mendorong terciptanya lingkungan Indonesia yang lebih higienis, asri, dan berkelanjutan.
Ia berharap gerakan ini tidak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan menjelma menjadi kebiasaan yang membudaya di kalangan masyarakat.
Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Restuardy Daud menyampaikan, pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI sekaligus menjadi ajang penguatan implementasi Local Service Delivery Project (LSDP) di berbagai daerah. Program ini diarahkan untuk membenahi tata kelola layanan pokok, khususnya di sektor persampahan.
"Sebagai bagian dari langkah awal pelaksanaan program, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah telah menerbitkan Radiogram Dirjen Bina Pembangunan Daerah Nomor 600.3.3/6356/Bangda tanggal 10 Agustus 2026 yang ditujukan kepada daerah peserta program," ujar Restuardy.
Restuardy memaparkan, LSDP melibatkan 30 pemerintah daerah yang terdiri atas 21 kabupaten dan sembilan kota. Sasaran program ini ialah menguatkan pengelolaan limbah dari tingkat daerah sampai ke komunitas warga, mencakup perbaikan tata kelola, penyediaan infrastruktur pendukung, serta transformasi perilaku.
Restuardy menerangkan, LSDP mendorong daerah untuk bertransformasi dari pendekatan tradisional kumpulkan, angkut, buang menuju sistem pengolahan yang lebih komprehensif dengan mengutamakan pemilahan dan daur ulang sampah sejak dari sumbernya.
Program ini juga diharapkan melahirkan model-model terbaik yang bisa ditiru oleh daerah-daerah lain.
Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Ditjen Bina Bangda Iwan Kurniawan yang menjabat sebagai Ketua Pelaksana acara Gerakan Indonesia ASRI dan Edukasi Pengelolaan Sampah mengungkapkan, agenda ini disusun dalam serangkaian aktivitas yang melibatkan unsur pemerintah, komunitas, pelaku bisnis, serta pelajar.
Ragam kegiatan mencakup aksi bersih-bersih lingkungan, sosialisasi pengelolaan limbah, diskusi publik, pameran inovasi teknologi persampahan, rapat koordinasi LSDP, hingga perlombaan bernuansa lingkungan seperti mewarnai, lomba puisi, dan stand up comedy.
Pameran inovasi persampahan menampilkan berbagai terobosan dari pemerintah daerah serta pelaku usaha dan penyedia teknologi atau offtaker. Kegiatan ini diharapkan menciptakan ruang kolaborasi guna memperkokoh ekosistem penanganan sampah dari tahap awal sampai tahap akhir.
"Yang kita bangun bukan hanya kesadaran untuk menjaga kebersihan, tetapi juga ekosistem pengelolaan sampah yang dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Iwan.
Melalui Gerakan Indonesia ASRI, Kemendagri berupaya menanamkan kesadaran menjaga kebersihan agar tidak berhenti pada momen peringatan semata, melainkan berakar dari pribadi, keluarga, lingkungan, hingga pada akhirnya menjadi tradisi yang hidup di tengah masyarakat.