Ilustrasi karhutla. Foto: Dok. Media Group Network (MGN).
Indonesia-Korsel Bangun Pusat Pengendalian Karhutla di Sumsel
Fachri Audhia Hafiez • 6 August 2026 22:04
Ogan Komering Ilir: Indonesia dan Korea Selatan memperkuat kerja sama pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pembangunan Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Daops Manggala Agni Sumatra XVII/OKI, Sumatra Selatan (Sumsel). Pusat pengendalian ini dibangun untuk memperkuat kapasitas nasional dalam menghadapi ancaman karhutla akibat perubahan iklim.
“Banyak inisiatif yang akan kita kerjasamakan, tapi salah satunya memang memfinalisasi Forest and Land Fire Management Center yang baru saja kita lihat ini. Mudah-mudahan nanti Bapak Park datang ke Indonesia untuk memperpanjang kerja sama, sekaligus meresmikan Forest and Land Fire Management Center yang ada di sini,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai meninjau lokasi, dikutip melalui keterangan tertulis, Kamis, 6 Agustus 2026.
Raja Juli menjelaskan kolaborasi lintas negara sangat krusial karena dampak asap karhutla tidak mengenal batas wilayah administratif (transboundary haze). Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan sinergi internasional agar pencegahan dapat dilakukan secara optimal.
“Karena asap hasil kebakaran hutan itu tidak mengerti wilayah administratif. Kebakarannya di OKI, tapi bisa dirasakan di daerah lain, bahkan sampai luar negeri. Asap itu bisa melampaui lintas batas negara,” tegas Raja Juli.
Ia menambahkan, pemerintah terus menekan luas karhutla meski menghadapi tantangan fenomena El Nino yang datang lebih awal. Penurunan angka karhutla ditargetkan lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya untuk meminimalkan dampak buruk bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membuktikan bahwa meskipun El Nino datang lebih cepat, angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat,” ujar Raja Juli.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.
Sementara itu, Co-Director Korea Indonesia Forest Center (KIFC) Jeong Cheol-Ho menyatakan pusat pengendalian ini merupakan buah dari kemitraan erat kedua negara selama lima tahun terakhir. Melalui kerja sama tersebut, Indonesia dan Korea Selatan saling berbagi teknologi serta pengalaman terbaik.
“Lima tahun lalu kita duduk bersama untuk mencari cara terbaik mengatasi kebakaran hutan di Indonesia. Kita berbagi ide, teknologi, dan pengalaman. Hari ini hasil dari kerja keras kita adalah Pusat Manajemen Kebakaran Hutan ini. Tapi yang lebih berharga dari fasilitas ini adalah semangat, pikiran, dan kerja sama yang ada di dalamnya,” ungkap Jeong.
Jeong memastikan komitmen Korea Selatan untuk terus mendampingi Indonesia dalam program pengendalian karhutla dan memelihara keberlanjutan kerja sama di masa mendatang.