Kelompok Hizbullah di Lebanon yang kerap jadi sasaran serang Israel. Foto: EFE-EPA
Lebanon Tolak Usulan Trump Agar Suriah Tangani Hizbullah
Fajar Nugraha • 18 June 2026 18:15
Beirut: Menteri Kehakiman Lebanon Adel Nassar pada Rabu, 17 Juni 2026, menolak usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyarankan agar Suriah menangani kelompok Hizbullah di Lebanon.
Dalam wawancara dengan CNN, Nassar menegaskan bahwa pelucutan Hizbullah merupakan tanggung jawab negara Lebanon dan tidak boleh dilakukan oleh pihak asing. Menurutnya, Lebanon telah lama menderita akibat campur tangan negara lain dalam urusan domestiknya.
"Ini bukan soal pasukan asing yang melakukan pekerjaan tersebut. Lebanon telah bertahun-tahun menderita akibat campur tangan pihak lain," kata Nassar, dikutip dari Anadolu, Kamis, 18 Juni 2026.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Trump mengatakan kepada wartawan di Prancis bahwa Israel sebaiknya membiarkan Suriah menangani Hizbullah. Trump menilai Suriah dapat melakukan tugas tersebut dengan lebih baik.
Pertempuran antara Hizbullah dan Israel terus berlangsung sejak awal Maret 2026 setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel juga masih berlanjut meski Washington dan Teheran telah mencapai kesepahaman untuk mengakhiri konflik militer mereka.
Pejabat Iran berulang kali menyatakan bahwa penghentian serangan Israel di berbagai front kawasan, khususnya di Lebanon, menjadi salah satu tujuan utama nota kesepahaman yang dijadwalkan ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat pada Jumat, 19 Juni 2026.
Sementara itu, Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, baik kawasan yang telah dikuasai selama beberapa dekade maupun wilayah yang direbut dalam konflik 2023–2024. Dalam operasi militer terbaru, pasukan Israel dilaporkan telah bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.
(Keysa Qanita)