Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) memberikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada penerima manfaat di Kelurahan Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2026). ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA
SPPG Diwajibkan Tambah Penerima MBG 3B dalam 2 Minggu, Terancam Suspend Jika Gagal
Achmad Zulfikar Fazli • 12 May 2026 00:44
Jakarta: Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta meningkatkan jumlah penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di wilayah kerja masing-masing dalam dua minggu ke depan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat perbaikan gizi anak Indonesia, sekaligus menurunkan angka stunting nasional melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Sekarang sampai dua minggu ke depan, seluruh SPPG harus punya penerima manfaat 3B. Saat ini capaian kita baru sekitar 9 juta, sementara data dari Kementerian Kesehatan mencapai 22 juta sampai 26 juta," kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 11 Mei 2026.
Nanik menilai kondisi tersebut membuat BGN perlu melakukan re-focusing program agar layanan pemenuhan gizi lebih terarah kepada kelompok prioritas yang membutuhkan intervensi segera.
Oleh karena itu, seluruh SPPG diminta aktif mendata dan optimalisasi layanan agar cakupan penerima manfaat 3B dapat meningkat dalam waktu singkat. Upaya ini dinilai penting untuk mempercepat pemerataan layanan gizi kepada masyarakat.
.jpeg)
Ilustrasi SPPG. Dok. Metrotvnews.com
Baca Juga:
BGN Hentikan Sementara Operasional 240 SPPG Bermasalah |
Nanik menegaskan SPPG yang belum mampu memenuhi target penerima manfaat 3B di wilayahnya akan dikenakan penghentian operasional sementara atau suspend. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan seluruh pelaksana program tetap fokus pada tujuan utama, yakni memperbaiki gizi masyarakat dan menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.
"Kalau penerima manfaat 3B di SPPG masih sedikit, maka SPPG akan ditangguhkan atau suspend," ujar Nanik.