Presiden AS Donald Trump tiba di halaman Gedung Putih pada Jumat, 15 Mei 2026, usai menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok. (Anadolu Agency)
Bawa Kesepakatan Dagang, Trump Sebut Kunjungan ke Tiongkok Momen Bersejarah
Dimas Chairullah • 16 May 2026 10:30
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada Jumat waktu setempat setelah merampungkan lawatan kenegaraan selama tiga hari ke Tiongkok.
Setibanya di Washington, Trump langsung memuji hasil kunjungannya ke Beijing dan menyebutnya sebagai “kesuksesan luar biasa.”
“Banyak hal telah terjadi yang akan Anda dengar, tetapi itu adalah kesuksesan yang luar biasa. Saya pikir itu benar-benar momen bersejarah,” ujar Trump kepada awak media sebelum memasuki Gedung Putih, dikutip dari Anadolu, Sabtu, 16 Mei 2026.
Dalam lawatan yang dimulai sejak Rabu itu, Trump menggelar pertemuan tingkat tinggi selama dua hari dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Kunjungan tersebut dinilai penting karena menjadi lawatan pertama presiden AS yang sedang menjabat ke Tiongkok dalam sembilan tahun terakhir. Sebelumnya, Trump juga pernah mengunjungi Beijing pada masa jabatan pertamanya pada 2017.
Trump mengklaim Washington dan Beijing berhasil mencapai “kesepakatan perdagangan besar” serta memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Menurut Trump, sejumlah kesepakatan yang dicapai mencakup sektor energi dan pertanian. Ia juga menyebut Tiongkok sepakat membeli lebih dari 200 pesawat komersial Boeing, disertai komitmen tambahan pemesanan hingga 750 unit pesawat.
Pembelian Pesawat hingga Selat Hormuz
Selain itu, kesepakatan tersebut juga mencakup pembelian sekitar 400 hingga 450 mesin pesawat dari General Electric (GE).Di tengah agenda ekonomi, kunjungan Trump ke Tiongkok juga dibayangi memanasnya situasi di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu memicu serangan balasan dari Teheran serta penutupan jalur strategis Selat Hormuz.
Saat ini, kawasan tersebut berada dalam situasi gencatan senjata tanpa batas waktu yang jelas.
Trump mengatakan dirinya dan Xi Jinping memiliki pandangan yang sama terkait Iran. Menurut dia, kedua negara sepakat bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan harus segera membuka kembali Selat Hormuz untuk jalur pelayaran internasional.
Perkembangan ini dinilai menarik karena Tiongkok selama ini cenderung menekankan penyelesaian melalui dialog. Sebelum kunjungan tersebut, Washington juga sempat menuding Beijing diam-diam membantu kemampuan ekonomi dan militer Iran.
Baca juga: Rivalitas AS-Tiongkok Dinilai Jadi Momentum Indonesia Perkuat Ketahanan Energi