Petugas dari TNI AL melakukan pemantauan dari atas kapal yang turut diterjunkan dalam operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Kamis (10/9/2026). ANTARA/Angga Budhiyanto
Pencarian Hari Ketiga Jurnalis Hilang, Tim SAR Mulai Dekati Tepi Gunung Anak Krakatau
Whisnu Mardiansyah • 10 September 2026 13:44
Lampung: Tim SAR gabungan memperluas sektor pencarian speed boat yang membawa rombongan jurnalis dan tiga kru kapal di perairan Selat Sunda. Pada hari ketiga operasi, penyisiran diarahkan hingga mendekati kawasan tepi Gunung Anak Krakatau.
Kepala SAR Banten Al Amrad mengatakan perluasan wilayah pencarian tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dan cuaca di sekitar perairan masih berada dalam kondisi siaga.
"Monitoring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kemarin ada permintaan bahwa gimana kira-kira kalau kita masuk ke wilayah sini (Anak Krakatau). Tetapi tetap akan kita coba apabila itu dalam kondisi aman, safety paling tidak yang utama," kata Al Amrad di Pandeglang, seperti dilansir Antara, Kamis, 10 September 2026.
Selain memperluas sektor laut, tim SAR menyiagakan perangkat udara nirawak atau drone di salah satu kapal. Perangkat tersebut digunakan untuk membantu memperluas jangkauan pemantauan secara visual selama proses pencarian.
Kondisi meteorologi laut tetap menjadi perhatian dalam operasi. Tim memantau perubahan arah angin yang dapat berubah secara dinamis di kawasan Selat Sunda.
"Drone itu tetap kami bekali di satu kapal. Hari ini juga tetap kami siapkan, tapi melihat kondisi di lapangan, yang kadang-kadang arah angin berubah, itu tetap harus kita perhatikan," tuturnya.
Al Amrad menjelaskan operasi SAR gabungan dilaksanakan melalui pembagian wilayah kerja. Sektor pencarian mencakup perairan mulai dari kawasan pelabuhan di Banten hingga wilayah perairan Lampung.
"Kita sedikit memberikan informasi perihal perizinan operasi yang hari ini menjadi divisiktor, dimana nanti kita berbagi dalam sektor itu dari Pelabuhan Ciwandan dan kemudian KN SAR Basudewa, Kantor SAR Lampung, yang kemudian KRI Beserta dan Lepu itu bergerak dari wilayah Lampung," jelasnya.
Luas wilayah yang menjadi sasaran pencarian pada hari ketiga mencapai 2.109 nautical mile persegi. "Untuk luas area pencarian hari ini mencakup wilayah seluas 2.109 nautical mile persegi," ucapnya.
Dalam operasi tersebut, sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) dan armada laut dikerahkan. Unsur yang terlibat antara lain KRI Lepu, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pohawang, KP Sanjaya, serta Rigid Inflatable Boat(RIB) 02 Banten.

Kapolda Banten Irjen Hengki di posko pencarian di wilayah Pandeglang. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir
Selain melakukan penyisiran di laut lepas, Tim SAR gabungan juga mengoptimalkan keterlibatan nelayan setempat untuk membantu pencarian di kawasan pesisir Banten.
Al Amrad mengatakan pencarian di sektor E dilakukan dengan melibatkan nelayan yang menyisir wilayah pesisir. Tim SAR turut mendampingi kegiatan tersebut.
"Yang di sektor E, untuk di sektor E itu kita nanti setelah dari rekan-rekan kita mendampingi para nelayan yang melakukan searching, itu mereka melakukan searching di pesisir-pesisir Banten," kata dia.
Operasi pencarian terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau, cuaca, serta perubahan kondisi perairan di sekitar Selat Sunda.