Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Antara/HO-Humas Kemensos.
Mensos: 47.688 KK Terdampak Bencana Sumatra Terima Stimulan Rp5 Juta
Achmad Zulfikar Fazli • 23 February 2026 23:34
Jakarta: Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, memastikan 47.688 kepala keluarga (KK) korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang telah melalui proses asesmen dan validasi, mendapatkan bantuan stimulan sosial ekonomi. Puluhan ribu kepala keluarga itu masing-masing menerima Rp5 juta.
"Pemerintah mengharapkan bantuan itu dapat membantu pemulihan kondisi sosial ekonomi pascabencana, dan mendorong warga terdampak kembali menggerakkan roda perekonomian keluarga secara bertahap," kata Saifullah dalam rapat terbatas bersama tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin malam, 23 Februari 2026.
Kementerian Sosial melaporkan jumlah penerima bantuan stimulan tersebut masih dimungkinkan bertambah mengingat baru 37 dari total 53 kabupaten dan kota terdampak, yang telah tervalidasi oleh Kementerian Dalam Negeri.
Dalam prosesnya, Saifullah memastikan pemerintah berkomitmen agar penyaluran dana bantuan berjalan tepat sasaran sesuai prinsip akuntabilitas dan kehati-hatian dalam penggunaan anggaran negara, sebagaimana beberapa jenis bantuan lain yang sudah disalurkan selama masa tanggap darurat bencana, transisi pemulihan November 2025-Januari 2026.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Pemulihan Pascabencana Menjelang Idulfitri |
Pemerintah melalui Kementerian Sosial sudah menyalurkan bantuan sosial senilai Rp2.564.805.321.880 yang mencakup bantuan sosial reguler, bantuan sosial kedaruratan dan bantuan sosial adaptif.
Untuk bantuan sosial (bansos) reguler diberikan kepada 1.763.038 keluarga penerima manfaat di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terdiri dari bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan bansos sembako (Bantuan Pangan Non Tunai). Keseluruhan anggaran yang telah tersalur hingga kini mencapai Rp1.832.738.125.000.
Bansos kedaruratan senilai Rp99.194.346.880 untuk melengkapi cadangan logistik, dapur umum, sembako dan berbagai kebutuhan pokok lain yang membantu kelangsungan hidup korban bencana di masa kedaruratan.
Bansos adaptif senilai lebih dari Rp632,7 miliar kepada para ahli waris 990 korban meninggal dan Kementerian Sosial juga memberikan bantuan jaminan hidup senilai Rp450.000 per orang selama tiga bulan bagi 175.211 warga yang terdampak bencana.