Kapitalisasi Pasar Minggu Ini Capai Rp14.787 Triliun, IHSG Turun 0,44%

Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com

Kapitalisasi Pasar Minggu Ini Capai Rp14.787 Triliun, IHSG Turun 0,44%

Husen Miftahudin • 28 February 2026 15:56

Jakarta: Data perdagangan saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 23-27 Februari 2026 ditutup bervariasi. Kapitalisasi pasar BEI tercatat turun 1,03 persen menjadi Rp14.787 triliun dari Rp14.941 triliun pada pekan sebelumnya.

"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan juga turun sebesar 0,44 persen sehingga ditutup pada level 8.235,485, dari posisi 8.271,767 pada pekan lalu," ungkap Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dikutip dari siaran pers, Sabtu, 28 Februari 2026.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 3,72% menjadi 2,95 juta kali transaksi dari 3,06 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Di sisi lain, peningkatan tercatat pada rata-rata nilai transaksi harian, dengan kenaikan sebesar 25,35 persen menjadi Rp29,52 triliun dari Rp23,89 triliun pada pekan sebelumnya.

Peningkatan juga turut dialami oleh rata-rata volume transaksi harian BEI pada pekan ini, yaitu sebesar 8,55 persen menjadi 51,02 miliar lembar saham dari 47 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

"Investor asing pada Jumat (28/2) mencatatkan nilai jual bersih Rp694,22 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp9,51 triliun," papar Kautsar.
 

Baca juga: Kapitalisasi Pasar Minggu Ini Capai Rp14.941 Triliun, IHSG Naik 0,72%


(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
 

Pencatatan obligasi dan sukuk ramaikan BEI pekan ini


Selama periode 23-27 Februari 2026, terdapat delapan pencatatan efek yang terdiri dari enam obligasi dan dua sukuk di BEI. Pada Rabu (25/2), Obligasi Berkelanjutan VI Indomobil Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Indomobil Finance Indonesia mulai dicatatkan di BEI. Obligasi dicatatkan dengan nominal pokok Rp2,5 triliun.

Di hari yang sama, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry juga mencatatkan dua instrumen sekaligus, yakni Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2026 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2026. Keduanya masing-masing memiliki nilai pokok sebesar Rp1,05 triliun dan Rp1,55 triliun.

Selanjutnya pada Kamis (26/2), Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Surya Artha Nusantara Finance mulai dicatatkan di BEI dengan nilai pokok Rp1,2 triliun.

Di hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan IV Bank Panin Tahap IV Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Bank Pan Indonesia Tbk juga resmi tercatat dengan nilai pokok Rp2,71 triliun.

Pada Jumat (27/2), Obligasi Berkelanjutan VII Federal International Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2026 mulai dicatatkan di BEI dengan nilai pokok Rp2,5 triliun.

Kemudian pada hari yang sama, Jumat (27/2), PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk turut mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III Tahun 2026 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2026. Keduanya masing-masing memiliki nilai pokok sebesar Rp2 triliun dan Rp500 miliar.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2026 adalah 30 emisi dari 21 emiten senilai Rp28,71 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 677 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp560,01 triliun dan USD134,01 juta, diterbitkan oleh 133 emiten.

"Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 186 seri dengan nilai nominal Rp6.683,44 triliun dan USD352,10 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 7 emisi senilai Rp3,69 triliun," papar Kautsar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)