Wall Street Beragam di Tengah Penurunan Inflasi AS

Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Freepik.

Wall Street Beragam di Tengah Penurunan Inflasi AS

Husen Miftahudin • 14 February 2026 09:12

New York: Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor mempertimbangkan pendinginan inflasi konsumen yang menguntungkan di tengah kekhawatiran akan kecerdasan buatan (AI).

Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 Februari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,1 persen menjadi 49.500,93. Indeks S&P 500 naik 0,05 persen menjadi 6.836,17, sementara Indeks Nasdaq Composite turun 0,22 persen menjadi 22.546,67.

Data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS memberikan sedikit optimisme terhadap upaya disinflasi Federal Reserve. Indeks harga konsumen tercatat naik 0,2 persen secara bulanan pada Januari, sehingga tingkat inflasi tahunan turun menjadi 2,4 persen, laju kenaikan paling lambat sejak Mei. Inflasi inti, yang tidak termasuk biaya makanan dan energi, turun menjadi 2,5 persen secara tahunan.

Sektor teknologi menghadapi tekanan penurunan yang berlanjut imbas perdagangan yang 'panik AI', menyebar dari perangkat lunak perusahaan ke sektor yang lebih padat karya.

Para pemimpin teknologi besar, termasuk Nvidia, Apple, Alphabet, dan Meta, mencatatkan kerugian melebihi satu persen karena investor menilai ulang valuasi di tengah kekhawatiran alat generatif baru dapat segera membuat fungsi-fungsi pekerjaan kantoran tertentu menjadi usang.
 

Baca juga: Wall Street Tergelincir, Nasdaq Paling Boncos


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
 

Pendapatan Airbnb hingga Coinbase melonjak


Di sisi pendapatan perusahaan, Coinbase melonjak 16,46 persen karena perusahaan melaporkan peningkatan pendapatan langganan dan layanan meskipun terjadi volatilitas baru-baru ini di pasar aset digital. Produsen peralatan semikonduktor Applied Materials melonjak 8,08 persen, mencapai titik tertinggi sepanjang masa setelah memberikan prospek yang kuat untuk tahun 2026.

Airbnb naik 4,65 persen karena proyeksi yang optimistis, sementara Pinterest dan DraftKings sama-sama anjlok setidaknya 13 persen setelah perkiraan keuangan yang mengecewakan.

Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun menjadi 4,05 persen karena pasar menyeimbangkan kemajuan inflasi yang positif dengan ketidakpastian ekonomi yang lebih luas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)