Persiapan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana. Dokumentasi/ PCNU Kota Malang.
Malang Siap Menyambut 105 Ribu Jemaah Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU
Daviq Umar Al Faruq • 6 February 2026 21:34
Malang: Wajah Kota Malang, Jawa Timur, akan berubah dalam hitungan hari. Jalanan, stadion, hingga sudut-sudut kota disiapkan menjadi ruang pelayanan dan pengabdian, menyambut Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana.
Sebanyak 105 ribu jemaah dipastikan hadir dalam acara tersebut. Ribuan relawan NU bergerak senyap sejak jauh hari. Mulai dari mengatur logistik, konsumsi, air bersih, arus kedatangan, hingga kebersihan, agar hajatan akbar ini berjalan khidmat.
“Persiapan Mujahadah Kubro terus kami maksimal dengan koordinasi semua pihak. Relawan bekerja siang malam. Ini bukan kerja satu-dua kelompok, tapi kerja bersama seluruh elemen NU,” ujar Ketua Panitia Lokal Harlah 1 Abad NU PCNU Kota Malang, Edy Hayatullah alias Gus Edy, Jumat, 6 Februari 2026.
Seluruh persiapan kini memasuki tahap akhir. Fokus panitia bukan lagi perencanaan, melainkan pemantapan teknis di lapangan.
PCNU Kota Malang mengerahkan ribuan relawan lintas badan otonom dan lembaga NU. Mulai dari LPBI NU, GP Ansor, Banser, PMII, IPNU, IPPNU, Pramuka Ma’arif NU, hingga muhibbin NU, seluruhnya diberi tugas spesifik sesuai kebutuhan lapangan.
“Setiap relawan punya peran. Ada yang di posko, ada yang membagikan konsumsi, ada yang mengatur arus jamaah, ada juga pasukan semut yang fokus kebersihan. Semua bergerak dengan semangat khidmah,” jelas Gus Edy.
Sebagai tulang punggung pelayanan, panitia menyiapkan 100 tenda posko di titik-titik strategis Kota Malang. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat informasi, distribusi konsumsi, layanan kesehatan ringan, sekaligus tempat singgah jamaah.
Dari sisi logistik konsumsi, PC Muslimat NU Kota Malang memegang peran kunci. Dua dapur umum milik Dinas Sosial Jawa Timur dioperasikan penuh, dibarengi gerakan donasi internal Muslimat NU.
“InsyaAllah ratusan ribu paket konsumsi, mulai nasi, makanan ringan, hingga minuman, bisa dinikmati jamaah Mujahadah Kubro,” ujar Gus Edy.
Relawan khusus disiagakan di pintu-pintu masuk kota untuk memandu 1.183 bus, ribuan kendaraan pribadi, dan rombongan pejalan kaki. Tujuannya agar distribusi jemaah merata dan tidak terjadi penumpukan.
Dukungan lintas sektor diperkuat oleh Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang. BUMD ini menyiapkan 200 titik layanan air untuk menunjang kebutuhan dasar jamaah.
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo, menyebut dukungan ini sebagai bentuk tanggung jawab Kota Malang sebagai tuan rumah agenda nasional NU. “Kami menyiapkan total 200 titik layanan air untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan jamaah,” ujar Priyo.
Fasilitas tersebut terdiri dari 50 titik suplai air MCK, 50 keran wudhu di dalam stadion, serta 100 anjungan air siap minum dan keran wudu di luar stadion. Ketua PCNU Kota Malang bahkan turun langsung meninjau kesiapan fasilitas tersebut.
“Semua sudah disediakan, semoga tidak kurang. Ada juga air siap minum dari PDAM, airnya segar,” ujar Priyo.

Persiapan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana. Dokumentasi/ PCNU Kota Malang.
Ketua PCNU Kota Malang, Israqunnajah, menegaskan bahwa kesiapan panitia kini berada pada fase matang. Seluruh unsur NU, kata dia, bergerak dengan satu komando.
“Alhamdulillah, persiapan semakin matang. PCNU Kota Malang siap menyambut ratusan ribu tamu dengan sebaik-baiknya,” ujar Gus Is.
Rapat koordinasi juga telah dilakukan bersama TNI, Polri, Pemkot Malang, dan unsur pengamanan lainnya, termasuk simulasi skenario kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada puncak acara.
“Rakor sudah dilakukan, termasuk persiapan kedatangan Presiden. Semua disiapkan secara serius dan profesional,” tegas Gus Is.
Mujahadah Kubro kali ini dinilai memiliki simbolisme kuat. Israqunnajah menyebutnya sebagai momentum “Serba 100”.
“Ini istimewa. 100 tahun usia NU kalender Masehi, 100 tahun Stadion Gajayana, 100 ribu jamaah, dan 100 posko relawan. Serba 100, penuh makna,” kata Gus Is.
Hingga H-2 pelaksanaan, Sekretaris PWNU Jawa Timur, M Faqih, mencatat jumlah jamaah mencapai 104.541 orang, terdiri dari 77.541 jamaah PCNU se-Jatim dan 27.000 warga Muslimat NU. Mereka terbagi dalam sembilan zona kedatangan dengan sistem penanggung jawab berlapis.
Dengan kesiapan relawan, layanan dasar, dan gotong royong lintas sektor, Kota Malang tak sekadar menjadi tuan rumah. Kota ini bersiap menjadi ruang doa nasional, tempat khidmah NU dipraktikkan secara nyata di usia satu abad.