Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Sambut Ramadan, Prabowo Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Perpecahan
Fachri Audhia Hafiez • 8 February 2026 09:25
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat tali persaudaraan dan menjauhi segala bentuk potensi perpecahan menjelang datangnya Ramadan. Kepala Negara menekankan pentingnya menjaga harmoni agar seluruh umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan damai.
"Marilah kita selalu bersatu dalam doa dan ikhtiar agar bangsa Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Agar bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan, dari bencana, dari semua usaha untuk menimbulkan kegalauan ataupun kerisauan di kalangan masyarakat," kata Prabowo saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama, Malang, Jawa Timur, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Minggu, 8 Februari 2026.
Baca Juga :
Presiden menegaskan bahwa stabilitas nasional dan kecukupan kebutuhan pokok menjadi prioritas pemerintah agar masyarakat tidak merasa khawatir selama bulan puasa. Ia meyakini, dengan kolaborasi antara doa dan kerja nyata, Indonesia akan melewati bulan penuh berkah ini dalam suasana yang sejuk.
"InsyaAllah bulan suci ini kita akan lewati dalam keadaan yang tenang, yang sejuk, dan dengan kecukupan bagi semua keluarga," tegas Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Selain menjamin kondisi kondusif, Presiden juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk waspada terhadap segala usaha yang dapat memicu keresahan publik. Bagi Presiden, persatuan adalah kunci utama agar bangsa Indonesia tetap kuat menghadapi berbagai tantangan global maupun domestik.
"Kita juga bersatu dalam doa dan ikhtiar agar bulan Ramadan yang akan datang ini membawa ketenangan, kesejukan, kedamaian dan persatuan," ujar Prabowo.