Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Brent Hari Ini Dijual USD92/Barel

Ilustrasi harga minyak dunia naik. Foto: Carsurin.com

Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Brent Hari Ini Dijual USD92/Barel

Husen Miftahudin • 25 August 2026 09:36

Houston: Harga minyak dunia bergerak naik tipis pada perdagangan Selasa setelah pasar mencermati dampak sanksi terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Pergerakan harga juga dipengaruhi kekhawatiran terhadap respons Teheran atas kebijakan tersebut.

Mengutip Investing.com, Selasa, 25 Agustus 2026, harga minyak Brent berjangka naik 0,15 persen menjadi USD92,31 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka menguat 0,3 persen menjadi USD85,28 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah harga komoditas tersebut turun tajam pada perdagangan Senin. Penurunan dipicu aksi ambil untung setelah muncul laporan mengenai membaiknya aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz.

Meski lalu lintas pelayaran menunjukkan perbaikan, aktivitas pengiriman barang masih berada jauh di bawah level sebelum perang. Harga minyak juga masih mencatat kenaikan lebih dari 5 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
 

 

AS perluas sanksi terhadap Iran


AS pada Senin mengumumkan sanksi baru terhadap 60 entitas dan individu yang memiliki keterkaitan dengan Iran. Washington sekaligus memperingatkan negara-negara lain agar tidak melakukan hubungan ekonomi dengan Teheran.

Namun, kebijakan terbaru tersebut belum mencakup penetapan sanksi terhadap negara tertentu maupun kepastian mengenai waktu mulai berlakunya sanksi.

Daftar target sanksi juga tidak mencakup entitas asal Tiongkok yang diduga membantu perdagangan minyak Iran.

Tiongkok merupakan salah satu pembeli utama minyak Iran. Meskipun Washington telah mengkritik aktivitas pembelian tersebut, AS sejauh ini belum secara langsung menargetkan bank-bank Tiongkok melalui kebijakan terbaru ini.

Iran mengisyaratkan kesiapan untuk merespons sanksi baru AS. Sebelumnya, Teheran juga mengindikasikan kemungkinan meningkatkan gangguan terhadap arus minyak di kawasan Timur Tengah sebagai respons terhadap tindakan AS.

Kebijakan terbaru Washington menandai pergeseran tekanan terhadap Iran dari pendekatan militer menuju tekanan ekonomi. Namun, efektivitas kebijakan tersebut masih menjadi perhatian karena Iran telah menghadapi berbagai sanksi AS selama beberapa dekade.


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Selat Hormuz tetap jadi perhatian


Ketegangan antara AS dan Iran masih menjadi faktor penting bagi pasar minyak. Kondisi tersebut juga menunjukkan belum adanya perkembangan signifikan terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dan berakhirnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Data terbaru memang menunjukkan peningkatan lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz. Namun, volumenya masih jauh di bawah kondisi sebelum perang.

Sebelum perang, Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di selat tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang harga minyak mentah.

(Husen Miftahudin)