Personel BPBD kabupaten Tapin saat melakukan pemadaman kebakaran lahan pada malam hari di Rantau, Kabupaten Tapin, Minggu (23/08/2026). ANTARA/Muhammad Rastaferian Pasya
2.899 Titik Panas Terdeteksi di Kabupaten Tapin Kalsel
Whisnu Mardiansyah • 23 August 2026 19:13
Banjarbaru: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin mencatat 129 kejadian karhutla selama periode 1-19 Agustus 2026.
Dalam periode yang sama, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 560,69 hektare. BPBD juga mencatat 2.899 titik panas di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor mengatakan karhutla masih terjadi hampir setiap hari. Kondisi tersebut membuat penanganan dan pencegahan terus dilakukan di sejumlah wilayah.
"Kalau dari awal Agustus sampai sekarang, setiap hari ada dua sampai empat kali kejadian karhutla," ujarnya di Rantau, Tapin, seperti dilansir Antara, Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurut Muhammad Nor, kondisi musim kemarau membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar. Api juga dapat menyebar lebih cepat jika tidak segera ditangani.
Karena itu, BPBD Tapin meminta masyarakat segera melaporkan keberadaan titik api kepada petugas. Pelaporan lebih awal diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.
"Bagi masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas," tambahnya.
BPBD Tapin juga mengingatkan masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan menggunakan metode pembakaran.
.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung koordinasi penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Foto: Dok/Puspen TNI
Muhammad Nor menilai upaya pencegahan perlu diperkuat seiring luas lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari 560 hektare dalam kurun waktu kurang dari tiga pekan.
"Kami mengharapkan masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api," katanya.
BPBD Tapin terus mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta segera menyampaikan laporan jika menemukan titik api di sekitar wilayahnya.