Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Antara.
Berisiko Tak Valid, Kemenhaj Cek Lagi 400 Ribu Data Antrean Haji
Anggi Tondi Martaon • 19 August 2026 19:47
Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bakal melakukan verifikasi ulang data antrean calon jemaah haji (calhaj). Terdapat risiko sekitar 400 ribu data yang invalid dari daftar 5,7 juta data antrean calhaj.
"Sekitar 400 ribu kalau dikali Rp25 juta nilainya Rp10 triliun Pak," kata Dahnil dalam rapat bersama Komisi VIII DPR dikutip dari Antara, Rabu, 19 Agustus 2026.
Dahnil mengatakan, pihaknya akan mencocokkan kembali dengan data kependudukan dari Kemendagri. Menurut dia, bisa jadi sebagian dari 400 ribu orang yang menunggu giliran haji sudah meninggal, dan ahli warisnya tidak mau menggantikan berangkat haji atau menarik kembali dana yang sudah dibayarkan.
Menurut dia, proses validasi penting dilakukan untuk mengetahui jumlah data antrean yang benar-benar masih aktif. Sekaligus memastikan keberadaan dana yang tercatat dalam rekening calon haji.
"Kenapa? Karena ada kepercayaan 'ya sudah, itu milik orang tua saya'. Dan orang tua saya terhitung sudah berangkat naik haji. Nah, uangnya masih di situ. Nah, masih di situ artinya ini yang masuk data invalid. Nah ini nanti kita rekonsiliasi secara serius," sebut Dahnil

Ilustrasi ibadah haji. Foto: Istimewa.
Terkait dana haji dan umrah, Dahnil mengatakan pihaknya sedang menelusuri perusahaan travel yang harus segera ditutup karena kasus penipuan. Dia mengatakan, hal ini juga perlu menjadi atensi karena ada tiga juta orang yang umrah per tahunnya.
Dengan asumsi biaya umrah sekitar Rp30 juta per orang, ada sekitar Rp90 triliun perputaran dana untuk penyelenggaraan umrah.
Dia menilai jumlah tersebut sangat besar dan terdapat risiko penipuan dalam layanan itu. Sehingga, harus dilakukan pengawasan.
"Dan kami sudah menelusuri mana-mana perusahaan atau travel yang harus segera kami tutup. Harus kami berikan peringatan. Nah hari ini saja di Medan misalnya ada jamaah yang terlantar. Setiap hari itu selalu ada jemaah yang terlantar dan ditipu," ujar Dahnil.