BPJS Kesehatan Sebut Pembiayaan Layanan Penyakit Jantung Rp17,35 Triliun pada 2025

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito (tengah) dalam acara media workshop di Rumah Sakit Tk. II Dustira, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu, 16 September 2026. Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli

BPJS Kesehatan Sebut Pembiayaan Layanan Penyakit Jantung Rp17,35 Triliun pada 2025

Achmad Zulfikar Fazli • 17 September 2026 05:30

Ciamis: BPJS Kesehatan mengungkap pembiayaan layanan kesehatan terbesar dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sepanjang 2025. Biaya terbesar untuk pelayanan kesehatan penyakit jantung yang mencapai Rp17,35 triliun. 

"Khusus jantung itu Rp17,35 triliun, sebetulnya cathlab hanya Rp3,5 triliun atau kadang-kadang sampai Rp4 triliun datanya ya. Jadi lebih dari 138 ribu kasus cathlab tahun 2025, meningkat dua kali dibandingkan 2021," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito dalam acara media workshop di Rumah Sakit Tk. II Dustira, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu, 16 September 2026.

Kemudian, pembiayaan layanan kesehatan terbesar kedua, yakni gagal ginjal sebesar Rp13,38 triliun. Lalu, penyakit kanker sebesar Rp10,31 dan penyakit stroke Rp7,21 triliun.

Menurut dia, dengan besarnya pembiayaan layanan kesehatan tersebut, diperlukan penguatan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) untuk memperkuat upaya promotif dan preventif. Sehingga, kasus penyakit kritis, khususnya jantung, bisa ditekan dan pembiayaan layanan kesehatan bisa lebih kecil.

Prihati menjelaskan salah satu upaya BPJS dalam menekan biaya layanan kesehatan dengan memastikan FKTP memiliki elektrokardiogram (EKG) dan dokter umum yang mampu mengenali gangguan irama jantung, termasuk fibrilasi atrium.

"Jadi saya menyarankan untuk di FKTP seluruhnya 23 ribu itu punya EKG. Jadi dokter umum harus mampu membaca atrial fibrilasi, irama yang tidak teratur," kata Prihati.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito (kedua dari kanan) di Rumah Sakit Tk. II Dustira, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu, 16 September 2026. Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli
 



Fibrilasi atrium merupakan salah satu faktor risiko utama stroke. Dengan penanganan awal yang cepat dan tepat di FKTP, pasien tersebut dapat tertangani sebelum mengalami kondisi lebih berat dan harus dirujuk ke rumah sakit.

"Kadang-kadang di negara kita ini atrial fibrilasi diketahui setelah terjadi stroke. Stroke baru dicari, oh ternyata AF. Nah ini yang kita kurangi angka-angka seperti itu supaya promotif preventif lebih kuat, biaya kesehatan akan lebih rendah," ujar Prihati.

(Achmad Zulfikar Fazli)