Kabut asap di Jambi. (MI)
Kabut Asap Pekat Selimuti Jambi, Wali Kota Perpanjang PJJ
Solmi • 20 September 2026 22:16
Jambi: Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya hingga Minggu, 20 September 2026. Bencana asap yang beraroma menyengat ini tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga memperburuk kualitas udara hingga berada di level membahayakan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data Stasiun Pemantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di dekat Kantor Wali Kota Jambi, kualitas udara Kota Jambi terpantau berada di kategori berlabel merah atau sangat tidak sehat. Angka ISPU tercatat berada di atas 200, sejajar dengan kondisi udara di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tebo yang turut berlabel merah.
Paparan kabut asap ini memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Jambi hingga 15 September 2026, jumlah warga yang berobat ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan akibat ISPA telah menembus angka lebih dari 6.500 orang. Jumlah tersebut melonjak tajam dibandingkan awal September yang tercatat sekitar 3.400 orang.

Kabut asap di Jambi. (MI)
Menyikapi kondisi yang makin mencemaskan, Wali Kota Jambi, Maulana, mengumumkan kebijakan perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Melalui forum RT pada Minggu sore, Wali Kota meminta seluruh siswa dari jenjang TK, SD, hingga SLTP untuk tidak belajar di sekolah pada Senin, 21 September 2026.
Mekanisme PJJ atau belajar secara daring dari rumah ini akan terus diberlakukan sampai kondisi udara di Kota Jambi kembali pulih, layak, dan aman bagi kesehatan anak-anak.