Suahasil akan Tinjau Perombakan Pejabat di Kemenkeu

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Widya Prabowo.

Suahasil akan Tinjau Perombakan Pejabat di Kemenkeu

Kautsar Widya Prabowo • 16 September 2026 20:24

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan pihaknya akan meninjau perombakan ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal ini menyusul adanya permintaan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto untuk menunda perombakan pejabat.

Suahasil mengatakan pihaknya masih menunggu informasi dari seluruh unit eselon I terkait proses penunjukan pejabat yang telah dilakukan. Menurutnya, penunjukan pejabat memiliki jenjang dan dilakukan secara bersama-sama antarsatuan kerja.
 


"Kita mendiskusikan ya, melihat proses maupun yang sedang terjadi, yang sudah terjadi, proses maupun aktivitas dari yang sudah terjadi," kata Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 16 September 2026.

Suahasil menjelaskan penataan pejabat perlu memperhatikan kebutuhan koordinasi lintas unit di lingkungan Kemenkeu. Hal tersebut diperlukan untuk memperkuat sinergi antarunit eselon I.

"Karena kadang-kadang kita memerlukan struktur pejabat yang sifatnya itu lintas unit eselon I, karena itu memperkuat sinergi, memperkuat koordinasi," ucap Suahasil.

Suahasil menegaskan Kemenkeu akan memastikan proses penataan pejabat tetap mendukung sinergi dan koordinasi antarunit. Namun, ia belum memastikan apakah pelantikan pejabat yang telah dilakukan akan dibatalkan.


Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara. Foto: Dok. BPMI Setpres.

"Jadi ini yang kita sedang pastikan dan akan kita pastikan bahwa sinergi dari Kementerian Keuangan itu terjadi dengan baik," kata Suahasil.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pembatalan pelantikan pejabat di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Suahasil meminta agar proses yang telah dilakukan dilihat terlebih dahulu.

"Kita nanti melihat dulu ya, apa yang sudah dilakukan kemarin. Karena kalau seperti pelantikan itu ada juga pelantikan yang hybrid," kata Suahasil.

(Fachri Audhia Hafiez)