Legislator: Pariwisata Indonesia Harus Zero Accident pada 2026

Anggota Komisi VII DPR RI Mujakkir Zuhri. Foto: Istimewa.

Legislator: Pariwisata Indonesia Harus Zero Accident pada 2026

Anggi Tondi Martaon • 3 January 2026 17:50

Jakarta: Anggota Komisi VII DPR RI Mujakkir Zuhri meminta Kementerian Pariwisata untuk mengakselerasi pergeseran fokus dari kuantitas kunjungan ke kualitas pengalaman, nilai ekonomi, keberlanjutan, dan manfaat sosial. Sehingga, dapat memberikan rasa aman dan kesan kepada para wisatawan.

"Ke depan sektor Pariwisata harus zero accidents dan berkesan, maka faktor keselamatan dan kenyamanan menjadi salah satu fokus pembenahan yang harus diperhatikan bersama," kata Mujakkir melalui keterangan tertulis, Sabtu, 3 Desember 2026.

Politikus Partai Golkar itu berkaca dari kasus kematian pelatih Valencia Fernando Martin Carreras yang tenggelam di Labuan Bajo. Hal itu harus menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bersama tentang pentingnya menghadirkan pariwisata yang berkualitas kedepan.

"Pola perjalanan wisata yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang harus dijawab dengan kreativitas dan kolaborasi. Sehingga strategi yang tepat tentu akan meningkatkan jumlah kunjungan nantinya," ungkap Mujakkir.

Sektor Pariwisata seharusnya tidak hanya dihitung dari berapa jumlah orang yang datang. Namun, harus memberikan pengalaman berharga bagi pengunjung dan memberikan dampak terhadap ekonomi sekitar. 

Selain itu, Mujakkir menyampaikan tren wisata 2026 yaitu wellness, ekowisata, gastronomi, budaya otentik, dan adopsi digital. Menurut dia, hal itu akan mendorong peningkatan devisa, pemberdayaan komunitas, dan daya saing global Indonesia melalui kolaborasi strategis dan pemanfaatan teknologi.

“Tidak boleh lagi sektor pariwisata hanya dipandang hanya sebagai sektor hiburan tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat guna memperkuat harapan bahwa pariwisata akan tumbuh ke arah yang lebih jelas, lebih aman, dan lebih berkelanjutan," sebut Mujakkir

Mujakkir menilai banyak destinasi  wisata yang dikunjungi wisatawan luar negeri maupun dalam negeri yang mencari pengalaman yang mendalam. Namun, ingin merasakan kehidupan masyarakat lokal, tradisi, musik, kuliner, serta cerita kehidupan di balik sebuah destinasi.

“Pendekatan pariwisata berkualitas mengajak seluruh ekosistem untuk menghadirkan pengalaman yang lebih otentik, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar karenanya Kemenpar harus mengorkestrasi potensi-potensi wisata yang dalam upaya mendorong pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Mujakkir.

Ilustrasi pariwisata indonesia. Foto: MI/Sumaryanto Bronto.

Upaya lain yang harus dilakukan untuk meningkatkan jumlah pengunjung atau pariwisata luar negeri dan dalam negeri yaitu harus memberikan harga harga tiket transportasi yang terjangkau alias murah. Sebab, mahalnya biaya transportasi seperti pesawat membuat wisatawan enggan ke destinasi wisata di Indonesia.

"Salah satu yang bisa tingkatkan kunjungan wisatawan adalah Tiket pesawat yang ramah di kantong. Maka Menteri Pariwisata harus berkoordinasi dengan stakeholder terkait termasuk Menhub dan penyedia jasa penerbangan,"" kata Mujakkir.

Seperti diketahui kini banyak wisatawan beralih ke negara- negara tetangga karena menawarkan bukan hanya fasilitas dan pengalaman berwisata yang menarik, tapi juga biaya perjalanan yang cukup murah.

"Belakangan daerah pariwisata seperti Bali dan daerah lainnya mengalami penurunan kunjungan bisa jadi karena negara-negara tetangga menawarkan biaya perjalanan yang murah. Ini harus kita pikirkan bagaimana biaya perjalanan terjangkau dan geliat pariwisata Indonesia meningkat dan perekonomian masyarakat  daerah pun bertumbuh," ujar Mujakkir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)