Ilustrasi pencegahan penyakit menular. Foto: Istimewa.
Super Flu Menyebar di 8 Provinsi, Jatim Terbanyak
M. Iqbal Al Machmudi • 4 January 2026 12:28
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis data terbaru mengenai persebaran virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu. Berdasarkan hasil analisis epidemiologi hingga akhir tahun 2025, Provinsi Jawa Timur (Jatim) tercatat sebagai wilayah dengan temuan kasus tertinggi di Indonesia.
"Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak," ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, dilansir Media Indonesia, Minggu, 4 Januari 2026.
Prima memerinci, dari total 62 kasus nasional, 23 kasus ditemukan di Jawa Timur, disusul Kalimantan Selatan dengan 18 kasus, dan Jawa Barat 10 kasus. Sisanya tersebar di Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, hingga DI Yogyakarta. Data juga menunjukkan kecenderungan spesifik pada gender, di mana 64,5 persen atau sekitar 40 pasien adalah perempuan.
Meski sebarannya cukup luas, Kemenkes memastikan bahwa tingkat keparahan super flu ini tidak lebih tinggi dibandingkan flu musiman pada umumnya. Berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala yang muncul masih dalam kategori serupa dengan influenza biasa, seperti demam, batuk, pilek, serta nyeri tenggorokan.
"Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan untuk merespons perkembangan situasi influenza sesuai dinamika yang ada," jelas Prima.
.jpg)
Ilustrasi pencegahan penyakit menular. Foto: Istimewa.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah meminta masyarakat tidak panik dan tetap konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Prima juga merekomendasikan menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan.
Terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.
"Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan," pungkas Prima.