Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Minat Investor Tiongkok Tinggi, Purbaya Naikkan Target Panda Bonds
Ade Hapsari Lestarini • 26 June 2026 17:12
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bakal menaikkan target penerbitan surat utang Panda Bonds di atas USD1 miliar. Keputusan tersebut akan bergantung pada besarnya permintaan investor di pasar Tiongkok.
"Tambah (target Panda Bonds)," kata Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 26 Juni 2026.
Purbaya menjelaskan akan terus memantau perkembangan pasar. Target pasti penerbitan Panda Bonds nantinya akan mengikuti besaran minat para investor.
"Kita lihat market-nya seperti apa. Kalau demand-nya besar ya, kita perbesar sekalian," tutur dia.
Purbaya melanjutkan, kebutuhan penerbitan obligasi global pemerintah saat ini masih tersisa sekitar USD3 miliar. Apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui penerbitan Panda Bonds, pemerintah akan memaksimalkan instrumen tersebut.
Optimisme tersebut muncul seiring tingginya minat investor Tiongkok terhadap rencana penerbitan Panda Bonds. Karena itu, pemerintah memutuskan menunda jadwal penerbitan dari rencana semula pada awal Juli menjadi akhir Juli 2026.
Penundaan dilakukan untuk memberi waktu kepada sejumlah manajer investasi dan bank besar di Tiongkok menyelesaikan proses persetujuan internal sebelum berpartisipasi dalam pembelian surat utang tersebut.
"Jadi Panda Bonds itu tadinya mau dikeluarkan awal Juli, tapi rupanya (minat investor) meningkat, ada beberapa fund manager besar atau bank-bank besar sana yang terlambat tahu, jadi mereka minta kita untuk undur sedikit supaya mereka punya waktu untuk mengajukan proposal mereka ke investment committee mereka," kata Purbaya.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Magnific.
Baca Juga :
Peluncuran Panda Bonds Dipastikan Sesuai Jadwal
Investor antusias dengan Panda Bonds
Ia mengatakan antusiasme investor yang melebihi perkiraan menjadi alasan utama pemerintah menyesuaikan jadwal penerbitan surat utang berdenominasi yuan renminbi tersebut.
Menkeu menilai permintaan tersebut merupakan sinyal positif atas tingginya minat investor Tiongkok terhadap instrumen pembiayaan Indonesia. Karena itu, pemerintah memilih memberikan waktu tambahan agar partisipasi investor dapat lebih optimal.
"Saya pikir sudah bagus lah. Berarti minatnya besar tuh, jadi saya tunda sampai akhir Juli," tambah Purbaya.
Dengan mundurnya jadwal penerbitan, jumlah investor yang berpartisipasi diharapkan meningkat sehingga dana yang dihimpun dapat melampaui target awal.
Selain meningkatnya minat dari manajer investasi, Purbaya mengungkapkan sejumlah institusi keuangan besar di Tiongkok juga mulai menunjukkan ketertarikan untuk terlibat dalam penerbitan Panda Bonds.
Beberapa bank bahkan meminta kesempatan untuk menjadi underwriter agar dapat membantu memperluas pemasaran surat utang Indonesia di pasar Tiongkok.
Sebelumnya, saat melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok pada 16-19 Juni 2026, Purbaya menyampaikan pemerintah menargetkan penerbitan awal Panda Bonds senilai USD1 miliar.