Gedung Putih: Iran Masih Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt. Foto: Anadolu

Gedung Putih: Iran Masih Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Muhammad Reyhansyah • 17 July 2026 10:04

Washington: Gedung Putih mengklaim Iran masih terus berkomunikasi dengan Amerika Serikat (AS) dan menyatakan keinginan untuk mencapai kesepakatan, meski ketegangan kedua negara terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Presiden Donald Trump memastikan jalur diplomatik dengan Teheran masih berlangsung.

Iran terus berkomunikasi dengan Amerika Serikat dan menyampaikan bahwa mereka ingin mencapai kesepakatan dengan kami, kata Leavitt kepada wartawan, Kamis, 16 Juli 2026.

Mengutip Anadolu, Leavitt mengklaim Iran terdorong untuk kembali berunding setelah mengalami tekanan akibat operasi militer Amerika Serikat.

Ia juga menuduh Iran melanggar nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati kedua negara dengan menyerang kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Menurut Leavitt, pelanggaran tersebut menjadi alasan Washington kembali memberlakukan blokade terhadap kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran. Ia menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal yang tidak berlayar dari atau menuju pelabuhan Iran.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz. Kedua negara terus saling melancarkan serangan meski sebelumnya telah menyepakati nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan sebagai upaya mengakhiri konflik dan mencapai perdamaian.

Dalam kesempatan yang sama, Leavitt juga menolak berkomentar mengenai hasil investigasi Sky News yang menyimpulkan seluruh bukti mengarah pada dugaan keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan terhadap sebuah sekolah di Kota Minab, Iran, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 175 orang. 

Ia mengatakan investigasi masih berlangsung dan meminta pertanyaan lebih lanjut diarahkan kepada Departemen Perang Amerika Serikat.

(Fajar Nugraha)