Bontang Bidik Pembangunan Industri Perikanan

Kawasan industri perikanan Bontang. Foto: Istimewa.

Bontang Bidik Pembangunan Industri Perikanan

Anggi Tondi Martaon • 20 May 2026 09:31

Bontang: Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bersiap melakukan lompatan besar di sektor ekonomi maritim. Memanfaatkan kekayaan melimpah Selat Makassar, kota ini secara agresif membidik pembangunan industri manufaktur pengalengan ikan sebagai motor baru penggerak perekonomian daerah.

Langkah strategis ini didukung penuh oleh infrastruktur hukum dan komitmen birokrasi yang siap menyambut investor, baik domestik maupun asing. Pemkot Bontang memastikan tidak akan ada sekat birokrasi yang menghambat masuknya modal.

"Kami siap menyambut karpet merah kepada para calon investor agar masuk ke Kota Bontang melihat potensi industri manufaktur pengalengan ikan menjadi salah satu pilihan berinvestasi di Provinsi Kalimantan Timur," tegas Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, melalui keterangan tertulis, Rabu, 20 Mei 2026.

Berdasarkan kajian mendalam yang dilakukan oleh DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur bersama DPMPTSP Kota Bontang, ada empat faktor utama yang menyebabkan Bontang dinilai menjadi lokasi paling ideal untuk hilirisasi perikanan, yaitu

  • Keberlanjutan Bahan Baku: Pasokan komoditas laut utama tersedia melimpah sepanjang tahun.
  • Infrastruktur Penunjang: Keberadaan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang sangat representatif.
  • Kesesuaian Lahan: Tata ruang wilayah sudah siap menampung kawasan industri manufaktur.
  • Regulasi Pro-Investasi: Kebijakan daerah menjamin kepastian hukum serta kemudahan usaha.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, menegaskan bahwa kesiapan daerahnya tidak hanya di atas kertas.  Pihaknya berkomitmen penuh untuk mengawal setiap investasi yang masuk dari hulu hingga hilir.

"Kami di DPMPTSP Bontang tidak hanya membuka pintu, tapi juga memastikan kenyamanan berinvestasi. Sektor ketahanan pangan dan perikanan adalah prioritas utama kami. Melalui Perda Nomor 1 Tahun 2017, kami memberikan garansi kepastian hukum, insentif fiskal, dan pemangkasan birokrasi perizinan demi mempercepat hilirisasi ini," ujar Muhammad Aspian Nur.

Secara geografis, wilayah laut Bontang lebih luas dibanding daratannya. Totalnya mencapai mencapai 497,57 km².

Data volume produksi perikanan di kota ini pun tergolong sangat masif. Perikanan tangkap menembus 20.335,99 ton per tahun (melibatkan 3.181 rumah tangga perikanan). Kemudian, perikanan budidaya mencapai 4.453,04 ton (melibatkan 351 rumah tangga pembudidaya).

Komoditas unggulan, didominasi oleh jenis ikan cakalang, tongkol, dan tuna yang keberlanjutannya terus meningkat.

Kawasan industri perikanan Bontang. Foto: Istimewa.

Berdasarkan studi kelayakan teknis dan finansial untuk rencana pendirian industri pengalengan ikan cakalang, proyek ini tercatat sangat menguntungkan bagi para investor. Ada beberapa catatan penting sehingga proyek ini dinyatakan sangat prospektif, yaitu:
  • Nilai NPV (Tahun ke-5): Rp 3.334.343.157
  • Payback Period (PBP): Modal kembali dalam waktu 4 tahun, 4 bulan, dan 9 hari
  • Titik Impas (BEP) Unit: Sesar 549.653 unit kaleng
  • Titik Impas (BEP) Rupiah: Tercapai saat menyentuh keuntungan Rp 5.496.528.333 per 
  • tahun
Aspian menyampaikan, Pemkot Bontang optimistis mampu mentransformasi kekayaan mentah tersebut menjadi produk hilirisasi bernilai tambah tinggi. Sehingga, produk olahan ikan Bontang siap bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)