Iklim investasi di Bontang, Kalimantan Timur bergairah. Foto: dok DPMPTSP Kaltim.
Didorong Industri dan OSS, Bontang Kejar Target Investasi Rp3,4 Triliun
Ade Hapsari Lestarini • 11 May 2026 14:59
Bontang: Kota Bontang kian memantapkan langkahnya sebagai motor penggerak ekonomi utama di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2026. Dalam hal investasi, Kota Taman ini diproyeksikan menjadi episentrum penanaman modal dengan target yang cukup ambisius.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspian Nur mengatakan, berdasarkan hasil Rapat Konsolidasi dan Sinkronisasi Data Realisasi Investasi se-Kaltim yang digelar 2 April 2026 lalu, pihaknya dipatok untuk menyumbang angka investasi sebesar Rp3,42 triliun.
"Target ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 11,24 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp3,08 triliun," ungkap dia, dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Mei 2026.
Meski target yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim lebih tinggi dari rencana awal pemerintah daerah, optimisme justru terpancar dari realisasi di lapangan. Tercatat, pada Triwulan I (Januari-Maret) 2026, Kota Bontang sudah tancap gas dengan mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp796,78 miliar.
"Pencapaian ini sudah memenuhi 23,25 persen dari target tahunan, sebuah sinyal hijau bagi para calon investor yang ingin menanamkan modalnya di Bontang," ungkap Aspian Nur.
Komposisi modal pada awal tahun ini masih dipimpin oleh para pemodal dalam negeri, namun minat investor asing tetap terjaga dengan baik.
PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) tercatat menyumbang Rp707,31 miliar atau sekitar 88,77 persen. Disusul PMA (Penanaman Modal Asing) yang mencatatkan angka Rp89,46 miliar atau sebesar 11,23 persen.

Iklim investasi di Bontang, Kalimantan Timur bergairah. Foto: dok DPMPTSP Kaltim.
Baca Juga :
3 zona strategis berinvestasi di Bontang
Investasi di Bontang terbagi dalam tiga zona strategis yang memiliki karakteristik unik di masing-masing wilayah:
- Bontang Utara (Jantung Industri): Masih menjadi penyumbang terbesar melalui sektor industri kimia dasar dan farmasi. Nama-nama besar seperti Kaltim Methanol terus memperkuat produksinya di sini.
- Bontang Selatan (Kawasan Urban): Fokus pada pembangunan perumahan, kawasan industri, dan perkantoran seiring meningkatnya populasi dan aktivitas ekonomi.
- Bontang Barat (Hub Perdagangan): Sektor jasa dan kuliner (restoran) mendominasi, diperkuat dengan hadirnya pemain besar seperti Fast Food Indonesia yang menunjukkan kuatnya daya beli warga.
Dampak nyata dari derasnya arus investasi ini adalah terciptanya lapangan kerja. Tercatat pada triwulan I-2026 saja, aktivitas investasi telah berhasil menyerap 939 Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Terlebih dengan dukungan infrastruktur mapan seperti Pupuk Kaltim dan Badak LNG. Serta kemudahan perizinan melalui sistem OSS RBA, Bontang kini bersaing ketat dengan wilayah kaya lainnya seperti Balikpapan dan Kutai Timur dalam jajaran pemilik target investasi tertinggi di Bumi Etam.
"Tentunya optimistis dapat mencapai target Rp3,4 triliun pada 2026. Dengan dukungan infrastruktur yang ada dan kemudahan perizinan yang terus kami perbaiki, kami yakin para investor akan semakin tertarik untuk menanamkan modalnya di Bontang," tambah dia.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang juga turut mengundang para pelaku usaha untuk melirik potensi kota ini lebih dalam.
"Kami mengundang para investor untuk melihat Bontang bukan hanya sebagai kota industri, tapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan di masa depan," kata Aspian Nur.