Presiden Prabowo Subianto saat pidato arah kebijakan ekonomi 2027. Foto: tangkapan layar YouTube Setkab.
Presiden Minta Anak Muda Berani Jadi Pengusaha
Whisnu Mardiansyah • 20 May 2026 13:38
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengemukakan perlunya mencetak generasi wirausaha baru dari kalangan anak muda. Ia meminta anak muda jangan lagi mengidolakan menjadi calon Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Jangan semua minta jadi ASN. Jangan semua minta jadi pemerintah. Tapi harus berani untuk bersaing dengan dunia usaha lain," ujar Presiden dalam Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 dalam rangka penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027, Rabu, 20 Mei 2026.
Kepala Negara menjelaskan, pemerintah berencana membuka program pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship secara luas. Menurut dia, anak-anak muda tidak boleh semuanya bercita-cita menjadi ASN atau bekerja di sektor pemerintahan.
Presiden menyatakan keyakinannya, Indonesia memiliki ribuan generasi muda yang hebat. Ia menyebut mereka saat ini tengah digodok dan dipersiapkan melalui berbagai program. Pemerintah, kata dia, tidak hanya akan memberikan pendidikan kewirausahaan.
"Kita beri tidak hanya pendidikan entrepreneurship. Begitu dia selesai, kita juga harus memberi kredit startup," ungkap dia.

Konsep demokrasi ekonomi
Presiden menambahkan pemerintah wajib mendorong dan memberi kesempatan kepada wirausaha muda agar tumbuh menjadi pengusaha-pengusaha yang tangguh. Ia kemudian mengaitkan hal ini dengan konsep demokrasi ekonomi.
"Demokrasi ekonomi artinya janganlah yang itu-itu saja," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden melontarkan kritik sekaligus permintaan khusus kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Ia meminta lembaga perbankan pelat merah tersebut bersikap patriotik dalam menyalurkan kredit.
"Saya minta bank-bank Himbara, cobalah menjadi bank yang patriotis. Jangan dia lagi, dia lagi," tegas dia.
Presiden menyoroti praktik pemberian kredit yang selama ini cenderung terus-menerus mengalir kepada pengusaha yang sudah kaya. Menurut dia, mereka yang telah lama menerima kredit dari pemerintah seharusnya sudah berjuang sendiri tanpa terus-menerus mendapat fasilitas yang sama.
"Yang dikasih kredit mereka sudah kaya. Kalau dia sudah lama terima kredit dari pemerintah, ya sudah berjuang dong. Masa terus-terus dikasih kredit mereka," kata dia.
Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan ketidakwajarannya terhadap skema suku bunga yang berlaku. Ia menyebut orang miskin justru dibebani bunga lebih tinggi dibandingkan pengusaha besar.
"Saya perintahkan bank-bank pemerintah, turunkan bunga-bunga untuk rakyat miskin," kata Presiden.