Salah satu sudut Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA) di kawasan Gedung Merdeka, Kota Bandung
Museum KAA Bandung Jadi Destinasi Wisata Sejarah Favorit Selama Libur Sekolah
Roni Kurniawan • 4 July 2026 15:43
Bandung: Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA) di kawasan Gedung Merdeka, Kota Bandung, menjadi salah satu destinasi wisata sejarah favorit. Museum ini menyimpan jejak diplomasi dunia sekaligus menjadi tujuan wisata edukasi bagi pelajar, wisatawan domestik, hingga mancanegara.
Kepala Seksi Publikasi dan Nilai-nilai Konferensi Asia-Afrika, Christoforus Katon, menyampaikan Museum KAA menyajikan berbagai koleksi yang menggambarkan perjalanan sejarah diplomasi dunia.
Pengunjung dapat melihat diorama Sidang Pembukaan Konferensi Asia-Afrika 1955, peralatan jurnalistik, arsip foto, dokumen sejarah, hingga film dokumenter. Film tersebut mengisahkan jalannya konferensi beserta pengaruhnya terhadap perkembangan politik global.
"Selain menampilkan sejarah Konferensi Asia-Afrika, museum juga mengajak pengunjung mengenal perjalanan Gedung Merdeka sebagai saksi lahirnya semangat solidaritas, kerja sama, dan perdamaian antarbangsa," kata Christoforus, Sabtu, 4 Juli 2026.
Minat masyarakat mengunjungi Museum KAA terus meningkat sepanjang Januari hingga Juni 2026. Jumlah pengunjung mencapai 35 ribu orang. Mayoritas merupakan wisatawan domestik dan rombongan pelajar.
"Jumlah wisatawan mancanegara pada periode yang sama mencapai lebih dari 3.500 orang," ujar Christoforus.
Museum KAA menyediakan layanan edukator atau pemandu bagi rombongan yang telah melakukan reservasi. Layanan ini tersedia dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Fasilitas tersebut bertujuan mendukung pengalaman belajar yang lebih mendalam bagi pengunjung.
"Seluruh layanan kunjungan ke Museum KAA diberikan secara gratis. Pengunjung individu maupun rombongan cukup melakukan pendaftaran secara daring," sambung Christoforus.

Kawasan Alun-Alun Bandung. (Metrotvnews.com/Roni K)
Museum KAA melayani kunjungan setiap Rabu hingga Sabtu pukul 09.00-15.00 WIB. Waktu istirahat berlangsung pukul 12.00-13.00 WIB. Khusus Jumat, jam operasional menyesuaikan waktu pelaksanaan salat Jumat.
Kuota kunjungan rombongan dibatasi maksimal 250 orang pada sesi pagi pukul 09.00-12.00 WIB. Untuk sesi siang pukul 13.00-15.00 WIB, kuota dibatasi 200 orang.
Christoforus berharap nilai-nilai yang diwariskan Konferensi Asia-Afrika terus dikenalkan kepada generasi muda. Museum KAA tidak hanya menjadi tempat menyimpan jejak sejarah. Museum ini juga menjadi ruang edukasi yang menginspirasi lahirnya semangat diplomasi, persaudaraan, dan perdamaian global.