Pentagon Konfirmasi 140 Personel Militer AS Terluka dalam Perang Lawan Iran

Prajurit Amerika Serikat menerima jenazah rekan yang tewas. Foto: The New York Times

Pentagon Konfirmasi 140 Personel Militer AS Terluka dalam Perang Lawan Iran

Muhammad Reyhansyah • 11 March 2026 13:16

Washington: Sekitar 140 personel militer Amerika Serikat (AS) terluka dalam perang yang sedang berlangsung dengan Iran.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan sebagian besar luka yang dialami tidak tergolong serius dan banyak prajurit telah kembali bertugas.

“Sebagian besar dari luka tersebut bersifat ringan dan 108 personel militer sudah kembali menjalankan tugas,” kata Parnell dalam pernyataan melalui email yang dikutip oleh Al Jazeera.

Namun ia menambahkan bahwa delapan tentara masih mengalami luka berat, yang menunjukkan besarnya dampak manusia dari konflik yang terus meningkat.

Mengutip dari India Today, Rabu, 11 Maret 2026, data tersebut menjadi gambaran pertama mengenai jumlah tentara AS yang terluka sejak Iran melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone yang menargetkan sejumlah negara di kawasan setelah operasi militer gabungan AS–Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.

Serangan Iran sejauh ini menewaskan sedikitnya tujuh personel militer AS, yakni enam di Kuwait dan satu di Saudi Arabia, menurut militer Amerika.

Sementara itu, jumlah korban di Timur Tengah terus meningkat seiring perang antara Iran dan koalisi AS–Israel yang semakin meluas di kawasan.

Menurut Human Rights Activists News Agency, hampir 1.250 warga sipil telah tewas di Iran sejak 28 Februari, termasuk 194 anak-anak dan 189 personel militer Iran.


AS Tingkatkan Serangan ke Iran

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan 10 Maret akan menjadi hari “paling intens” dalam serangan Amerika terhadap Iran, menandakan konflik masih terus meningkat.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine mengatakan pasukan Amerika telah menyerang lebih dari 5.000 target.

Iran sendiri berjanji akan terus melawan meskipun menghadapi serangan berkepanjangan.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, yang juga mantan komandan Garda Revolusi, menepis spekulasi bahwa Teheran akan mencari gencatan senjata.

Sementara itu, pejabat keamanan tertinggi Iran Ali Larijani memperingatkan Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di platform X.

“Iran tidak takut pada ancaman kosong Anda. Bahkan mereka yang lebih besar dari Anda tidak mampu menghapus Iran. Berhati-hatilah agar Anda sendiri tidak tersingkir,” tulis Larijani.

Sementara itu, Gedung Putih membela pernyataan pemerintah mengenai konflik tersebut.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump “tidak mengada-ada” ketika memberikan penjelasan berbeda mengenai keputusan meluncurkan perang tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)