Calhaj memanfaatkan fasilitas pencucian di hotel di Arab Saudi. Foto: MCH.
Calhaj Tak Perlu Khawatir, Fasilitas Mencuci di Hotel Makkah Tetap Dijamin
Akmal Fauzi • 9 May 2026 10:47
Jakarta: Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah memastikan seluruh kebutuhan calon jemaah haji (calhaj) Indonesia terpenuhi dengan baik. Salah satu yang menjadi perhatian yaitu penyediaan fasilitas mencuci dan menjemur pakaian di setiap hotel tempat calhaj menginap.
Kepala Seksi Layanan Akomodasi PPIH Daker Makkah, Suryo Panilih, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat merespons aduan calhaj terkait larangan menjemur pakaian di area rooftop (atap) pada salah satu hotel di Mekah. Koordinasi sudah dilakukan dengan pihak terkait.
“Kami sudah berkoordinasi dengan syarikah dan juga dengan pihak hotel untuk mencarikan solusi tempat mengganti tempat mencuci dan menjemur pakaian jemaah haji,” ujar Suryo dikuti dari Media Indonesia, Sabtu, 9 Mei 2026.
Relokasi Area Jemur
Suryo menjelaskan, bagi hotel yang sudah memiliki area jemur di rooftop namun terkendala aturan, aktivitas tersebut akan dipindahkan ke lokasi baru yang lebih representatif.Sdangkan hotel yang belum memiliki fasilitas tersebut, pihak manajemen diminta segera menyediakan ruang khusus yang layak. Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan sebagai lokasi mencuci dan menjemur pakaian bagi jemaah.
“Di antaranya adalah lantai-lantai yang berkemungkinan untuk dapat dijadikan sebagai lokasi untuk cuci dan menjemur pakaian seperti lantai S service atau lantai R untuk hotel-hotel yang memang belum memiliki fasilitas menjemur dan mencuci di situ,” ungkap Suryo. Untuk hotel yang belum siap, pihak manajemen akan membangun area khusus yang dilengkapi sistem drainase pembuangan air cucian agar tetap rapi dan bersih. Meski membutuhkan waktu pengerjaan, PPIH terus memantau perkembangannya secara intensif.
“Ini akan memerlukan waktu yang tidak sebentar mungkin 1 atau 2 hari atau bahkan mungkin bisa sekitar 3 harian tapi semua sudah kita pantau dan kita akan awasi terus progres pengerjaannya secepat mungkin karena Jemaah kita setiap hari cuci,” tambahnya.
Suryo berharap penyiapan fasilitas ini berjalan lancar agar kenyamanan jemaah selama di Makkah tidak terganggu. Secara umum, ia menilai layanan akomodasi di Makkah masih berjalan aman dan lancar, dengan pihak hotel yang tetap berkomitmen pada kontrak kerja sama.

Ilustrasi ibadah haji. Foto: Istimewa.
“Di antaranya pihak hotel harus menyediakan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh jemaah haji kita selama tinggal di Hotel Mekah,” jelas Suryo. Fasilitas wajib tersebut mencakup layanan resepsionis, lift, mesin cuci, hingga ketersediaan air minum.
Terkait larangan menjemur di atap hotel yang sempat viral, Suryo menegaskan bahwa hal tersebut berkaitan erat dengan regulasi ketat dari otoritas setempat demi keselamatan jemaah sendiri.
“Menurut info dari Otoritas Saudi (alasan melarang menjemur di atap hotel) karena dapat membahayakan jemaah dan juga melanggar aturan yang ada di Arab Saudi khususnya di Makkah,” ujarnya.