Cegah Kebakaran, Relawan Damkar di Jatinegara Dibentuk

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur membentuk Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang berjumlah 25 orang di Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara. Foto: Antara.

Cegah Kebakaran, Relawan Damkar di Jatinegara Dibentuk

Anggi Tondi Martaon • 6 May 2026 18:11

Jakarta: Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) membentuk Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara. Relawan tersebut berjumlah 25 orang 

"Sebanyak 25 anggota Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) telah terbentuk di Kelurahan Balimester," kata Kepala Seksi Pencegahan Sudin Gulkarmat Jaktim, Edi Parwoko, dikutip dari Antara, Rabu, 6 Mei 2026.

Dia mengatakan pembentukan Redkar itu merupakan bagian dari upaya mencegah dan meminimalisir risiko kebakaran di lingkungan padat penduduk. Para relawan beranggotakan unsur masyarakat di tingkat RT.

"Anggota Redkar ini dari unsur masyarakat, seperti pengurus RT/RW, hansip, Karang Taruna hingga kader PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga)," ujar Edi.

Dia menjelaskan pihaknya juga memberikan pembinaan, sosialisasi, dan edukasi terkait pencegahan serta penanggulangan kebakaran.

"Para peserta mendapatkan pelatihan praktik, mulai dari penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), pemadaman dengan karung basah, hingga teknik pemasangan selang pemadam," terang Edi.

Sementara itu, Ketua RW 05, Kelurahan Balimester, Yanto Mulyadi mengapresiasi pembentukan Redkar karena sangat dibutuhkan mengingat wilayahnya memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

"Kami berharap sarana dan prasarana penunjang kerja Redkar, termasuk APAR dapat tersedia dengan baik," ungkap Yanto.

Ilustrasi pemadam kebakaran. Foto: Medcom.id.

Berdasarkan data Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, sekitar 922 kasus kebakaran terjadi di Jakarta sejak Januari 2025 hingga pertengahan Juli 2025.

Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah kebakaran tertinggi, mencapai 260 kasus. Lalu, disusul oleh Jakarta Timur sebanyak 242 kasus.

Objek terbakar dengan intensitas paling tinggi, yakni bangunan perumahan sebanyak 345 kejadian, bangunan umum dan perdagangan 197 kejadian, dan kendaraan 42 kejadian.

Selain itu, sebanyak 61 persen penyebab kebakaran diduga karena masalah listrik, baik komponen listrik yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), pemasangan yang kurang memenuhi standar operasi atau kelalaian masyarakat dalam mengelola listrik saat di rumah maupun di kantor. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)