BMKG Deteksi Siklon Tropis 92W, Sepekan ke Depan Berpotensi Hujan Lebat

Ilustrasi Pexels

BMKG Deteksi Siklon Tropis 92W, Sepekan ke Depan Berpotensi Hujan Lebat

Muhamad Marup • 5 May 2026 17:00

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi Bibit Siklon Tropis 92W. Siklon tersebut berpotensi meningkatkan intensitas hujan bahkan hingga Rabu, 6 Mei 2026.

"Dampak tidak langsung dalam 24 jam kedepan hingga 06 Mei 2025 pukul 07.00," tulis BMKG dalam unggahan akun instagram, Selasa, 5 Mei 2026.

Dalam postingan tersebut menjelaskan Bibit Siklon Tropis 92W mulai terbentuk pada 04 Mei 2026 pukul 01.00 WIB di dalam wilayah monitoring TCWC Jakarta. Posisi berada di sekitar Samudera Pasifik utara Papua.

"Dalam 24 jam ke depan peluang Bibit Siklon Tropis 92W untuk berkembang menjadi siklon tropis rendah dan bergerak ke arah barat," kata BMKG.

Selain hujan sedang hingga lebat, siklon tersebut dapat menimbulkan angin kencang. Gelombang tinggi juga terjadi dalam status moderate sea atau 1,25-2,5 M di Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat.

Sirkulasi siklonik dan wilayah terdampak

Selain itu, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 2-5 April 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai sebab salah satunya sirkulasi siklonik di Perairan barat daya Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, Laut Banda, dan Laut Arafuru.

Sirkulasi siklonik di wilayah tersebut memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan, baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di sepanjang wilayah yang terdampak pola angin tersebut.

Dalam sepekan ke depan, sirkulasi siklonik juga berpotensi terbentuk di Laut Cina Selatan, Perairan utara Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, Laut Jawa, Laut Sulawesi, dan Laut Banda. Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Potensi hujan sepekan ke depan

Periode 7 – 9 April 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
  • Angin Kencang: Bengkulu, Papua, dan Papua Barat.
Periode 10 – 13 April 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Aceh, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.
  • Angin Kencang: Papua dan Papua Barat.

Ilustrasi Pexels

Imbauan

Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan.

Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir.

Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti olah raga dan wisata.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)