Mengenal Madagaskar, Pulau Tertua di Dunia dan Rumah Kerabat Indonesia

Hutan sukulen unik di Madagaskar. (Istimewa)

Mengenal Madagaskar, Pulau Tertua di Dunia dan Rumah Kerabat Indonesia

Riza Aslam Khaeron • 6 May 2026 16:17

Jakarta: Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari lebih dari 17.001 pulau, membentang dari Sabang sampai Merauke. Namun, pulau tertua di dunia ternyata tidak terletak di Ibu Pertiwi atau di benua Asia. Pulau tersebut berada di dekat daratan benua Afrika yaitu Pulau Madagaskar.
 
Madagaskar memiliki luas wilayah mencapai 587.041 km². Dengan luas tersebut, Madagaskar menempati peringkat sebagai pulau terbesar keempat di dunia (setelah Greenland, pulau Papua, dan Kalimantan).

Madagaskar memegang rekor dunia Guinness World Record sebagai pulau tertua di Bumi. Pulau ini merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati yang sangat unik.

Madagaskar juga menjadi tempat tinggal bagi kelompok etnis yang memiliki kaitan erat dengan bangsa Indonesia, yaitu orang Malagasi; kelompok yang berasal dari rumpun Austronesia, sama halnya dengan nenek moyang mayoritas penduduk Indonesia.

Namun, apa sebenarnya yang membuat Madagaskar dinobatkan sebagai pulau tertua di dunia? Berikut adalah ulasan serta fakta-fakta menarik terkait keunikan Pulau Madagaskar.
 

Kapan Pulau Madagaskar Terbentuk?

Berbeda dengan pulau vulkanik muda yang terbentuk dari letusan gunung api bawah laut, Madagaskar memiliki sejarah pembentukan yang jauh lebih purba. Pulau ini merupakan kepingan dari Gondwana, superbenua raksasa yang dulunya menyatukan Afrika, Amerika Selatan, Antarktika, Australia, India, dan Madagaskar.

Dalam garis waktu geologi yang panjang, Madagaskar mulai memisahkan diri dari Afrika bersama India sekitar 150–165 juta tahun yang lalu. Meski sudah lepas dari benua Afrika, saat itu Madagaskar belum menjadi pulau mandiri karena daratannya masih menyatu dengan subkontinen India.

Madagaskar baru benar-benar resmi "lahir" sebagai pulau ketika ia akhirnya berpisah dari India. Guinness World Records mencatat bahwa proses ini terjadi sekitar 80–100 juta tahun yang lalu. Sejak pemisahan dramatis itulah, Madagaskar berdiri sebagai daratan besar yang terisolasi di tengah Samudra Hindia.
 

Ekosistem Terunik yang Terancam


Lemur. (Curragh's Wildlife Park via BBC)

Madagaskar telah membentuk jalur evolusi unik bagi ribuan spesies. Berdasarkan catatan World Wide Fund for Nature (WWF), sekitar 95 persen reptil dan 92 persen mamalia di Madagaskar tidak dapat ditemukan di tempat lain mana pun di Bumi.

Kekayaan ini tidak hanya terbatas pada fauna. Mengutip BBC Wildlife, 82 persen dari 11.516 spesies tanaman vaskular asli Madagaskar bersifat endemik. Dari sekitar 40.283 spesies tanaman yang dimanfaatkan manusia secara global, 5 persen di antaranya ditemukan di pulau ini, termasuk 1.595 spesies endemik yang memiliki potensi besar dalam bidang medis, pangan, hingga mitigasi perubahan iklim.

Kondisi luar biasa ini terjadi berkat statusnya sebagai pulau yang terisolasi dalam waktu yang sangat lama.

"Yang benar-benar membuat Madagaskar unik adalah bahwa ia telah menjadi pulau terisolasi selama jutaan tahun," ujar Charlie Welch, pengawas program konservasi Duke Lemur Center di pulau tersebut, melansir lemur.duke.edu.

Spesies-spesies yang terdampar di sana tidak memiliki jalan keluar, sehingga selama jutaan tahun mereka berevolusi membentuk karakteristik yang benar-benar unik. Beragam habitat tumbuh subur di sana: mulai dari rawa pasang surut, padang lamun, hutan mangrove, kawasan karst, hingga hutan hujan tropis dan sistem terumbu karang terbesar di dunia.

Topografinya yang bervariasi dengan empat iklim regional berbeda menciptakan mozaik ekosistem yang begitu kaya, hingga Madagaskar kerap dijuluki sebagai "Benua Kedelapan".

Salah satu ikon hayati yang paling dikenal adalah lemur—primata prosimian yang berkerabat jauh dengan monyet dan kera besar. Tanpa adanya persaingan dari primata lain, lemur berkembang pesat hingga kini teridentifikasi lebih dari 100 spesies. Namun ironisnya, lemur sekarang masuk dalam kelompok mamalia paling terancam punah di dunia.

Kekayaan yang telah terbentuk selama ratusan juta tahun ini sekarang berada di ambang kehancuran. Mengutip Times of India, Madagaskar kini menjadi salah satu ekosistem paling rapuh di dunia; sekitar 40 persen kawasan hutannya telah hilang akibat deforestasi dan aktivitas manusia.
 
Baca Juga:
Mengupas Asal Usul Bangsa Iran hingga Menjadi Negara Islam
 

Rumah Kerabat Bangsa Indonesia


Orang-orang Malagasi. (via afsf.com)

Madagaskar juga menyimpan cerita yang sangat dekat dengan Indonesia. Penduduk asli pulau ini dikenal sebagai orang Malagasi, sebuah masyarakat yang secara bahasa, budaya, dan genetika memiliki jejak kuat dari rumpun Austronesia.

Mengutip National Geographic Kids, manusia diperkirakan mulai menetap di Madagaskar dalam 1.300 tahun terakhir. Para pemukim awal ini diyakini datang dari wilayah Indonesia. Mereka menyeberangi Samudra Hindia dalam perjalanan laut yang sangat jauh, jauh sebelum teknologi pelayaran modern dikenal, yang kemudian diikuti perkawinan dengan orang-orang Bantu dari Afrika Selatan.

Jejak kedekatan tersebut paling terlihat melalui bahasa. Bahasa Malagasi termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia—rumpun besar yang juga menaungi banyak bahasa di Indonesia, Malaysia, Filipina, hingga kepulauan Pasifik.

Bahasa yang sering disebut sebagai kerabat terdekatnya adalah bahasa Ma’anyan, yang hingga kini masih dituturkan oleh masyarakat Dayak Ma’anyan di Kalimantan.

Sebagai contoh, bahasa Malagasi dan Indonesia tampak memiliki banyak kesamaan kosakata seperti:
  • Vato (Malagasi) berarti batu, identik dengan kata batu (Indonesia/Melayu).
  • Maso (Malagasi) berarti mata, dekat dengan kata mata.
  • Tanana (Malagasi) berarti tangan, mirip dengan kata tangan.
  • Lanitra (Malagasi) berarti langit, serupa dengan kata langit.
  • Nosy (Malagasi) yang berarti pulau memiliki kemiripan bunyi dengan kata nusa (Jawa Kuno/Kawi) yang juga bermakna pulau.
Selain bahasa, kedekatan Madagaskar dengan Nusantara juga tampak dalam tradisi sehari-hari. Nasi merupakan makanan pokok yang sangat penting bagi budaya Malagasi, persis seperti mayoritas masyarakat di Indonesia.

National Geographic Kids juga mencatat bahwa hidangan umum orang Malagasi menggunakan nasi sebagai basis utama yang disebut vary, kemudian disajikan bersama lauk pauk atau laoka.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)