Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Humas Pemerintah Mesti Konsisten Lawan Algoritma Disinformasi
Muhammad Adyatma Damardjati • 1 September 2026 15:17
Jakarta: Jajaran kehumasan pemerintah didorong proaktif memproduksi narasi positif. Langkah strategis ini dinilai krusial guna meredam dominasi algoritma ruang digital yang rentan dipenuhi oleh disinformasi, fitnah, dan kebohongan (DFK).
"Supaya algoritma hari ini tidak dipenuhi oleh DFK, tidak juga hanya sifatnya reaksi atau counter terhadap hal-hal yang sifatnya negatif, tetapi ada berita baik, ada hal-hal inspiratif," ujar Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya usai menghadiri Forum Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Selasa, 1 September 2026.
Bima mengatakan kehumasan pemerintah juga mesti aktif mendengar aspirasi publik. Dia menjelaskan bahwa masukan yang diserap dari ruang publik wajib dikelola sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan berbagai program pemerintah.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Selain menyerap aspirasi masyarakat, Bima menyoroti pentingnya kepekaan humas dalam menyebarluaskan kisah-kisah inspiratif dan aksi nyata dari seluruh penjuru negeri. Pola komunikasi instansi pemerintah dinilai tidak boleh lagi bersifat reaktif atau sebatas bertahan dari gempuran sentimen negatif di media sosial.
Oleh karena itu, jaringan kehumasan negara, mulai dari kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah, harus dipastikan bekerja maksimal. Khususnya dalam menjalankan fungsi komunikasi dua arah tersebut.
"Humas itu bukan hanya menyampaikan satu arah saja kebijakan ataupun informasi dari pemerintah, tapi baik sekali apabila teman-teman humas juga bisa membaca apa yang ada diperbincangkan oleh publik, sehingga menjadi masukan bagi pemerintah," ujar Bima.
Forum Bakohumas sekaligus menjadi ajang strategis bagi ratusan perangkat humas untuk menyamakan persepsi di tengah tantangan era digital. Melalui gerakan memviralkan berita baik secara masif, pemerintah menargetkan ruang digital dapat diisi dengan konten-konten positif yang menguatkan persatuan dan optimisme publik.