Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. Foto: ANTARA/Tri Meilani Ameliya.
BNPB Kerahkan 53 Armada Udara Atasi Karhutla di 6 Provinsi
Metro TV • 31 August 2026 20:02
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 53 armada udara guna mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda enam provinsi prioritas. Puluhan armada udara tersebut difokuskan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga pemadaman titik api via water bombing.
“Armada udara kita saat ini ada 53 unit, di mana 19 unit berasal melakukan kegiatan patroli maupun operasi modifikasi cuaca. Sedangkan sisanya sebanyak 34 dilakukan untuk melakukan water bombing,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers secara daring, Senin, 31 Agustus 2026.
Operasi udara terpadu ini menyasar enam provinsi prioritas penanganan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Hingga kini, BNPB mencatat sebanyak 2,3 juta liter air telah disiramkan ke lokasi kebakaran melalui mekanisme water bombing. Kendati demikian, efektivitas pemadaman udara sangat bergantung pada faktor teknis di lapangan, terutama tingkat jarak pandang (visibility) demi menjamin keselamatan penerbangan.
“Yang pertama visibility atau jarak pandang pilot saat mengoperasikan pesawat udara atau helikopter itu tidak memungkinkan. Kami juga mengutamakan keselamatan dari pilot tersebut,” kata Berton.
Selain upaya pemadaman langsung, BNPB terus memicu potensi hujan di area terdampak melalui penyemaian garam (NaCl) pada bibit awan yang terdeteksi di atmosfer.
Di wilayah Riau, operasi modifikasi cuaca telah dilaksanakan sebanyak dua sorti dengan menyebar 2.000 kilogram NaCl. Langkah serupa diterbangkan di Jambi, serta masing-masing satu sorti di Kalimantan Barat dan Lampung dengan menyemai 800 kilogram NaCl.
.jpeg)
Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: Dok. Manggala Agni.
Adapun di beberapa wilayah prioritas lain seperti Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah, pemadaman udara via OMC belum dapat digencarkan akibat ketiadaan tutupan awan potensial.
“Tidak ditemukan di wilayah tersebut. Sehingga jumlah NaCl atau garam yang disemaikan sebesar 5.600 kilogram,” jelasnya.
BNPB memastikan penanganan karhutla bakal terus dioptimalkan secara dinamis sesuai kondisi cuaca tiap daerah guna menekan pemunculan titik api baru sekaligus meminimalisir dampak kabut asap.
(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)