Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim. Dok. Istimewa
Majelis Hakim Perkara Nadiem Diharap Beri Putusan yang Adil dan Transparan
Achmad Zulfikar Fazli • 5 January 2026 15:19
Jakarta: Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi Program Digitalisasi Pendidikan kembali bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat. Agenda sidang adalah penyampaian eksepsi atau nota keberatan atas surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum dari eks Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Sejumlah tokoh publik hadir menyaksikan sidang Nadiem, seperti Bambang Harymurti, Natalia Soebagjo, Prof. Dr. Etty Indriati, Prof. Dr. Winahyu Erwiningsih, DJ Donny, Christine Hakim, Jajang C. Noer, Mira Lesmana, Riri Riza, Shanty Harmayn. Mereka memberikan dukungan kepada Nadiem.
Guru Besar Universitas Gadjah Mada serta penulis Buku Pola dan Akar Korupsi, Etty Indriati, mengaku sengaja terbang dari Yogyakarta ke Jakarta sebagai bentuk dukungan pada Nadiem. Dia melihat kebijakan Nadiem yang inovatif dan progresif, terutama digitalisasi yang sangat bermanfaat ketika pandemi covid-19 dalam membantu proses belajar mengajar tetap berjalan.
“Saya berharap yang terbaik untuk Nadiem, dan saya yakin independensi Majelis Hakim dalam menimbang putusan secara adil, transparan sesuai hukum dan hati nurani,” ungkap Etty, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.
Baca Juga:
Nadiem Makarim Didakwa Rugikan Negara Rp2,18 Triliun |

Sementara itu, aktivis dan content kreator Ramond Dony Adam atau DJ Donny, berharap semakin banyak fakta yang bisa dibuka oleh kuasa hukum Nadiem agar semuanya jelas.
“Orang yang cuma mau kerja bener jangan dikriminalisasi. Kita sudah cukup melihat kasus Pak Tom (eks Mendag Tom Lembong), Ibu Ira ASDP (eks Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi), dan lainnya. Saya yakin Majelis Hakim independen untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya, karena yang dipertanyakan saat ini bukan nasib satu orang tapi sistem hukum di Indonesia,” ujar dia.
Sejumlah driver ojek online turut memberikan dukungan kepada Nadiem. Mulyono, Driver Ojol, menilai Nadiem memiliki banyak jasa bagi para driver. "Buat kita Mas Nadiem insyaallah orang baik. Kita cuma pengen hukum adil, jangan sampai salah orang,” kata Mulyono.