Ilustrasi Latvia: Foto: Open Government Partnership
Ekonom Peringatkan Dampak Tarif AS Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Latvia
Eko Nordiansyah • 24 January 2026 15:35
Riga: Kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump kini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi di kawasan Baltik. Bahkan kebijakan ini diprediksi menekan ekonomi Latvia.
Mengutip Xinhua, Kepala Ekonom Bank Citadele Latvia, Karlis Purgailis, memperingatkan bahwa rencana pemberlakuan tarif baru terhadap delapan negara Eropa berisiko memperlambat pertumbuhan ekspor dan ekonomi Latvia.
Ketegangan ini bermula ketika Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif 10 persen mulai 1 Februari mendatang bagi negara-negara yang tidak mendukung rencana akuisisi Greenland. Negara yang berpotensi terdampak diantaranya Jerman, Prancis, Inggris, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, dan Finlandia.
Dalam analisisnya, Purgailis menjelaskan bahwa meski Latvia bukan sasaran langsung, keterikatan rantai pasokan dengan negara-negara tersebut akan menciptakan efek domino.
Penurunan permintaan dari mitra utama diprediksi akan memicu penurunan pesanan industri di Latvia, yang pada akhirnya berdampak pada lesunya pasar tenaga kerja serta pertumbuhan upah yang tidak maksimal.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
3 skenario pertumbuhan ekonomi
Bank Citadele menguraikan tiga kemungkinan skenario dampak terhadap proyeksi awal pertumbuhan ekonomi Latvia yang sebesar dua persen. Pada skenario negatif, pertumbuhan ekonomi Latvia diperkirakan akan terpangkas hingga 1,5 poin persentase dan melambat di angka 0,5 persen.Dalam skenario ringan, pertumbuhan akan terbatas sekitar 0,7 poin persentase. Sementara dalam skenario moderat, pertumbuhan akan menurun sekitar 1,1 poin persentase, menghasilkan 0,9 persen pertumbuhan untuk tahun ini.
Kendati demikian, Purgailis optimis bahwa tekanan tarif ini tidak akan menyeret Latvia ke jurang resesi. Walaupun pengangguran akan sedikit lebih tinggi dan pertumbuhan upah cenderung melambat, kondisi ekonomi nasional dinilai masih cukup tangguh untuk menghindari krisis yang dramatis. (Surya Mahmuda)