Direktur Utama ASABRI Jeffry Haryadi P. Manullang bersama Chief Marketing Officer PT Danantara Asset Management (Persero) Dendi Tegar Danianto. Foto: dok ASABRI.
ASABRI-Danantara Perkuat Budaya Kerja Lewat CX100
Husen Miftahudin • 2 September 2026 10:43
Jakarta: PT ASABRI (Persero) memperkuat komitmen pelayanan "Melayani Sepenuh Hati" melalui kegiatan sosialisasi budaya kerja. Kegiatan tersebut digelar untuk menyamakan pemahaman dan standar perilaku layanan di seluruh unit kerja ASABRI. Penguatan budaya layanan tersebut diarahkan untuk menjaga kualitas pelayanan kepada peserta agar berjalan optimal, profesional, dan konsisten di seluruh unit kerja.
Kegiatan sosialisasi menghadirkan Chief Marketing Officer PT Danantara Asset Management (Persero) Dendi Tegar Danianto sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi bertajuk "Melayani Sepenuh Hati di Lingkungan Danantara".
Tagline "Melayani Sepenuh Hati" yang diusung Danantara menjadi bagian dari transformasi tata kelola dan budaya layanan di lingkungan BUMN. Semangat tersebut mendorong insan BUMN memberikan layanan yang profesional, berintegritas, empatik, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Salah satu bentuk penguatan budaya kerja tersebut dilakukan melalui program Customer Experience (CX100).
Bagi ASABRI, nilai tersebut sejalan dengan visi dan misi perusahaan sebagai pengelola asuransi sosial yang tepercaya, profesional, dan peduli terhadap kesejahteraan peserta. Hal tersebut diwujudkan melalui pemberian layanan prima, pemanfaatan teknologi informasi, optimalisasi pengelolaan dana, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Layanan jadi tanggung jawab bersama
Direktur Utama ASABRI Jeffry Haryadi P. Manullang mengatakan penerapan "Melayani Sepenuh Hati" tidak cukup diwujudkan melalui slogan. Nilai tersebut harus tercermin dalam perilaku dan sikap seluruh insan ASABRI saat menjalankan tugas.
"Saya ingin menegaskan layanan adalah tanggung jawab seluruh Insan ASABRI. Setiap unit kerja memiliki kontribusi terhadap kualitas layanan yang dirasakan Peserta. Kita tidak cukup hanya menyelesaikan pekerjaan sesuai prosedur. Kita harus memastikan setiap proses memberikan pengalaman yang baik bagi peserta," ucap Jeffry dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 2 September 2026.
Menurut Jeffry, penguatan kualitas layanan membutuhkan kontribusi seluruh unit kerja. Setiap proses pelayanan diharapkan tidak hanya memenuhi prosedur, tetapi juga memberikan pengalaman yang baik kepada peserta.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, ASABRI menyelaraskan penguatan budaya layanan dengan standar pelayanan perusahaan. Standar tersebut diterapkan melalui prinsip 5T, yakni Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Alamat, Tepat Jumlah, dan Tertib Administrasi.
ASABRI berkomitmen menerjemahkan nilai "Melayani Sepenuh Hati" ke dalam standar perilaku layanan yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan, baik di kantor pusat maupun kantor cabang di seluruh Indonesia. Penguatan layanan tersebut diwujudkan melalui pelayanan yang cepat, akses yang mudah, serta pemberian manfaat yang berdampak bagi peserta.

(Kegiatan sosialisasi Melayani Sepenuh Hati. Foto: dok ASABRI)
Customer Experience dorong perubahan perilaku
Layanan yang baik tidak hanya diukur dari penyelesaian pekerjaan sesuai prosedur. Setiap proses juga perlu memberikan pengalaman yang mudah dipahami, mudah diakses, dan meminimalkan hambatan bagi peserta.
Dendi menyampaikan, transformasi pelayanan membutuhkan perubahan cara pandang terhadap pelanggan. Perubahan tersebut dilakukan dengan mengedepankan orientasi pelayanan melalui semangat "Melayani Sepenuh Hati".
"Transformasi pelayanan tidak hanya tentang memberikan layanan, tetapi juga tentang bagaimana kita memandang pelanggan. Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, mari beralih dari 'Landlord Mindset' menuju 'Public Service Mindset', yaitu dari merasa pelanggan membutuhkan kita menjadi menyadari kita hadir untuk melayani dan memberikan yang terbaik bagi pelanggan," tegas Dendi.
Konsep Customer Experience menjadi salah satu fokus penguatan layanan ASABRI. Pendekatan tersebut tidak hanya menekankan pemenuhan hak peserta, tetapi juga pengalaman peserta selama menjalani seluruh proses pelayanan.