Hijau Coffee Perluas Bisnis ke Silicon Valley, Promosikan Kopi Indonesia di AS

Hijau Coffee membuka gerai permanen pertamanya di San José, Sillicon Valley, AS. (KJRI San Francisco)

Hijau Coffee Perluas Bisnis ke Silicon Valley, Promosikan Kopi Indonesia di AS

Willy Haryono • 7 September 2026 07:55

San Jose: Usaha rintisan diaspora Indonesia, Hijau Coffee, resmi membuka gerai permanen pertamanya di San José, Sillicon Valley, California, Amerika Serikat (AS).

Ekspansi tersebut menjadi contoh kiprah pelaku usaha diaspora Indonesia dalam memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk dan budaya Indonesia di AS.

Konsul Jenderal RI San Francisco Yohpy Ichsan Wardana menghadiri peresmian gerai tersebut bersama Wali Kota San José Matt Mahan dan Councilmember San José Michael Mulcahy.

Kehadiran pejabat pemerintah lokal dalam peresmian itu mencerminkan dukungan terhadap berkembangnya usaha diaspora Indonesia di San José, yang merupakan bagian dari kawasan Silicon Valley.

Bagi KJRI San Francisco, pertumbuhan Hijau Coffee merupakan bentuk konkret diplomasi ekonomi. KJRI mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) serta diaspora Indonesia di Bay Area untuk memperluas jejaring, membangun kemitraan lokal, dan meningkatkan eksposur produk Indonesia di pasar AS.

"Kami ingin semakin banyak pengusaha Indonesia berani naik kelas dan mengambil peluang di Bay Area. KJRI siap menjadi jembatan untuk membuka jejaring dan peluang agar produk serta identitas Indonesia semakin dikenal masyarakat AS," ujar Yohpy, dalam keterangan tertulis KJRI San Francisco yang diterima Metrotvnews.com, Senin, 7 September 2026.

Diplomasi Kopi Indonesia

Hijau Coffee sebelumnya berawal dari usaha pop-up. Gerai tersebut kemudian berkembang menjadi kedai permanen yang menawarkan berbagai kreasi kopi dengan cita rasa khas Indonesia, antara lain Pandan Latte, Nastar Latte, dan Klepon Latte.

Biji kopi yang digunakan salah satunya bersumber dari Takengon, Aceh, dan Kintamani, Bali.

Nuansa Indonesia juga ditampilkan dalam acara peresmian melalui pertunjukan Tari Bali, Gamelan Pusaka Sunda, serta Blue Band. Pertunjukan tersebut sekaligus memperkenalkan keragaman seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat San José.

Kehadiran Hijau Coffee menambah geliat bisnis specialty coffee Indonesia yang digerakkan diaspora di pasar AS. Di kawasan Bay Area, sedikitnya terdapat tiga gerai kopi Indonesia yang dijalankan diaspora, termasuk Kopi Kita di San Francisco dan Kopi Bar di Berkeley.

Perkembangan tersebut menunjukkan peran diaspora yang semakin strategis sebagai penghubung kerja sama Indonesia dengan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat di tingkat lokal AS.

Wali Kota San José Matt Mahan menyambut kehadiran Hijau Coffee sebagai bagian dari keberagaman kota tersebut. Ia juga menilai gerai itu dapat menjadi ruang bagi diaspora Indonesia-Amerika untuk berkumpul, membangun rasa memiliki, sekaligus menjaga generasi muda tetap terhubung dengan akar budaya mereka.

Sementara itu, Councilmember Michael Mulcahy menekankan pentingnya sekitar 16.000 usaha kecil bagi perekonomian San José. Ia menyambut Hijau Coffee sebagai aset baru di koridor San Carlos yang turut memperkaya aktivitas ekonomi sekaligus representasi budaya Indonesia.

KJRI San Francisco menyatakan akan terus mendorong peran pelaku usaha dan diaspora dalam memperkuat diplomasi ekonomi, memperluas pasar produk Indonesia, serta membangun hubungan dengan para pemangku kepentingan lokal di AS.

Baca juga: KJRI San Francisco Perluas Layanan dan Peluang WNI lewat Warung Konsuler

(Willy Haryono)