Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution meninjau pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo. ANTARA/HO-Pusdalops Sumut
211 KK Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Sinabung
Silvana Febiari • 2 September 2026 23:47
Medan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) mencatat 211 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan data tersebut merupakan data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumatra Utara.
"Berdasarkan laporan, 211 kepala keluarga dilaporkan mengungsi," ujar Sri Wahyuni, dilansir dari Antara, Rabu, 2 September 2026.
Jumlah korban pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada 31 Agustus 2026 tercatat 613 jiwa. Peristiwa nahas tersebut terjadi di Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat.
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan intrumental menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas pada Gunung Sinabung naik dari Level II menjadi Level III terhitung sejak 31 Agustus 2026.
"27 desa, lima kecamatan terdampak abu vulkanik," ungkap Yuyun, sapaan akrabnya.

Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatra Utara mengungsi ke Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung, Selasa, 1 September 2026. (ANTARA/HO-BPBD Karo)
Korban luka-luka atau korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Sinabung berdasarkan Pusdalops Sumut tercatat nihil. "Jumlah pengungsi status data aktif," ucapnya.
BPBD Sumut sebelumnya melakukan berbagai upaya, termasuk mengirim tujuh tenda pengungsi untuk korban terdampak bencana erupsi. "Kita kirim tujuh tenda pengungsi. Apakah itu terpakai, tergantung BPBD Karo," ujarnya.