Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau kebakaran TPA Putri Cempo, Kamis malam, 3 September 2026. Metrotvnews.com/ Triawati Prihatsari.
Pemkot Solo Tetapkan Status Tanggap Darurat Kebakaran TPA Putri Cempo
Triawati Prihatsari • 4 September 2026 06:24
Solo: Wali Kota Solo Respati Ardi menetapkan status tanggap darurat bencana alam selama 14 hari ke depan terkait kebakaran TPA Putri Cempo.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas masih terus berjibaku untuk memadamkan api di TPA Putri Cempo tepatnya di Blok B, C dan D, Kamis malam, 3 September 2026. Bahkan api terlihat masih berkobar besar di beberapa titik.
"Maka hari ini kita tetapkan tanggal 3 September tahun 2026 terkait hasil uraian beserta evaluasi kajian dan fakta-fakta di lapangan dan risiko, kita tetapkan tanggap darurat bencana alam selama 14 hari terhitung dari mulai tanggal hari ini hingga ke depan," kata Respati saat meninjau lokasi kebakaran.
Menurutnya Pemkot Solo mengerahkan kekuatan penuh dengan bersinergi bersama lintas instansi. Di sisi lain, ia mengapresiasi jajaran BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, pihak kecamatan, kelurahan, Satpol PP, UPTD TPA Putri Cempo, hingga jajaran Polda Jateng, Polresta Solo dan Korem yang telah berjibaku sejak malam pertama kejadian.

Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau kebakaran TPA Putri Cempo, Kamis malam, 3 September 2026. Metrotvnews.com/ Triawati Prihatsari.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono, mengungkapkan total area yang terbakar di TPA Putri Cempo mencapai sekitar 6 hektar yang tersebar di Blok B, C, dan D. Fokus pemadaman yakni melokalisir titik-titik api agar tidak merembet ke kawasan permukiman warga.
"Kurang lebih 6 hektar ya, kurang lebih 6 hektare. Jadi itu memang ada di yang terbakar kan di Blok B, C, dan D," ungkap Budi.
Selain mengerahkan tim pemadam kebakaran di beberapa titik, Pemkot Solo juga menyiagakan satu unit mobil pemadam secara khusus di kawasan permukiman warga. Hal itu dilakukan agar petugas bisa langsung bergerak cepat melakukan penyiraman jika sewaktu-waktu ada api yang mendekati perumahan warga.
"Jadi beberapa tim Damkar sudah disebar. Itu memang melakukan penyemprotan di beberapa titik yang upaya untuk melokalisir api itu tidak menyebar ke pemukiman warga. Kalau asap kan memang ya mengikuti arah angin ya, jadi kita nggak bisa," ujar Budi.