Stuart S Liauw, siswa SMAK 5 PENABUR, tampil dalam Upacara Kemerdekaan HUT ke-81 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada 17 Agustus 2026
Tekuni Biola Sejak Usia 7 Tahun, Cerita Stuart Bisa Tampil di Istana Negara
Whisnu Mardiansyah • 3 September 2026 20:31
Jakarta: Ketekunan berlatih biola sejak usia tujuh tahun mengantarkan Stuart S Liauw, siswa SMAK 5 PENABUR, tampil dalam Upacara Kemerdekaan HUT ke-81 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada 17 Agustus 2026.
Stuart terpilih sebagai pemain biola dan bergabung dengan tim orkestra Gita Bahana Nusantara. Kesempatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam menekuni instrumen musik yang menurutnya memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Sejak kecil, Stuart tertarik mempelajari biola karena karakter instrumen tersebut menuntut ketelitian dalam menghasilkan setiap nada. Tantangan itu justru membuatnya semakin terdorong untuk berlatih hingga menguasainya.
“Kalau jari kita bergeser sedikit saja, walaupun hanya 1 mm akan membuat frekuensi nada yang berbeda. Dengan belajar biola, saya dilatih untuk teliti dalam memainkan setiap nada. Cara pegang bow nya juga harus benar, kalau biola tidak digesek dengan tepat, suaranya akan terdengar keruh.” ujar Stuart, Kamis, 3 September 2026.
Kemampuan memainkan biola juga memberikan pengalaman lain bagi Stuart. Ia dapat mengekspresikan pesan dalam sebuah lagu melalui emosi yang sesuai dengan karakter musik yang dimainkan.
“Biasanya, ketika memainkan lagu-lagu nasional, rasa patriotis dalam diri saya akan meningkat, atau kalau saya bermain lagu yang nadanya sedikit sedih, saya juga bisa ikut merasakannya.” ungkap Stuart.
Kesempatan menjadi bagian dari Gita Bahana Nusantara tidak diperoleh dengan mudah. Stuart harus melewati dua tahap audisi sebelum dinyatakan terpilih sebagai pemain biola.
Pada tahap pertama, ia diminta mengirimkan rekaman permainan sebuah lagu dengan tingkat kesulitan setara lagu concerto. Setelah dinyatakan lolos, Stuart mengikuti audisi tahap kedua secara langsung di hadapan para juri dan peserta lainnya.
“Pada audisi tahap pertama, saya harus mengirimkan rekaman sebuah lagu yang tingkat kesulitannya setara dengan lagu concerto. Setelah lolos, lanjut audisi tahap kedua yang dilakukan secara langsung muka di hadapan beberapa orang juri dan peserta-peserta lainnya, dalam audisi tersebut saya harus memainkan tangga nada, cuplikan lagu, dan bahkan ada lagu baru yang diberikan secara dadakan.” jelas Stuart.
Persiapan menghadapi audisi dilakukan Stuart melalui latihan secara rutin. Di tengah persiapan tersebut, ia juga harus menyelesaikan berbagai tugas sekolah. Kondisi itu membuat Stuart perlu mengatur waktu antara kewajiban akademik dan latihan musik. Ia berupaya menjaga keduanya tetap berjalan secara seimbang.
“Meskipun begitu, saya tetap bisa membagi waktu dengan baik.” tutur Stuart.
Setelah terpilih sebagai bagian dari tim Gita Bahana Nusantara, Stuart menjalani rangkaian persiapan sebelum tampil dalam Upacara Kemerdekaan di Istana Merdeka. Seluruh peserta menjalani karantina di Depok selama lebih dari dua minggu. Selama masa tersebut, mereka mengikuti berbagai agenda, mulai dari olahraga pagi hingga latihan musik secara berkelompok dan gabungan.
“Agendanya cukup padat, jadi sebelum tampil pada tanggal 17 Agustus, semua peserta di karantina di Depok selama lebih dari dua minggu. Pada minggu pertama, kami diwajibkan bangun subuh untuk berolahraga pagi dan setelah itu latihan per kelompok dan gabungan satu hari penuh. Pada minggu keduanya, jadwal latihan tidak terlalu padat, kami diberikan lebih banyak istirahat karena mau bersiap-siap konser dan hari berikutnya kami melakukan gladi bersih sekaligus sound check. Lalu, pada hari H kami harus bangun tengah malam karena harus berangkat ke Istana Merdeka sekitar jam 3 subuh.” cerita Stuart.
Bagi Stuart, tampil sebagai pemain biola dalam rangkaian Upacara Kemerdekaan di Istana Merdeka menjadi pengalaman yang membanggakan. Ia dapat mempersembahkan kemampuannya bersama para musisi muda lain dalam agenda kenegaraan tersebut.
Dukungan dari sekolah turut membantu Stuart menjalani berbagai kegiatan musik. SMAK 5 PENABUR mendukungnya sejak proses pendaftaran, pengajuan izin, hingga pengurusan sejumlah dokumen yang diperlukan. Di lingkungan sekolah, Stuart juga aktif mengikuti ekstrakurikuler music production. Selain itu, ia saat ini bergabung dengan TRUST Orchestra atau Trinity Youth Symphony Orchestra.
Bersama kelompok tersebut, Stuart telah meraih sejumlah penghargaan dalam ajang musik internasional. Di antaranya Asian Arts Award pada Edinburgh Fringe Festival 2024, Gold Medalist pada World Orchestra Festival di Vienna pada 2025, serta Exemplary Orchestra Award pada International Youth Orchestra Art Week di Beijing pada Juli 2026.
Prestasi Stuart juga tercatat dalam kompetisi individu. Pada tahun sebelumnya, ia menjadi salah satu finalis Jakarta Open Violin Competition. Selain mengikuti kompetisi, Stuart terus mengembangkan kemampuan bermusiknya melalui ujian musik berstandar internasional, termasuk The Associated Board of the Royal Schools of Music (ABRSM) dan Trinity College London.