Menko Polkam Djamari Chaniago. Foto: Antara
Menko Polkam Minta PBB Transparan Usut Serangan di Lebanon
M Sholahadhin Azhar • 1 April 2026 22:39
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago meminta jajaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) transparan. Terutama, dalam menyelidiki kasus serangan di Lebanon selatan yang mengakibatkan gugurnya tiga personel pasukan perdamaian dari TNI.
"Pemerintah menuntut penyelidikan PBB yang cepat, transparan, dan komprehensif serta menegaskan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan," ujar Djamari dikutip dari Antara, Rabu, 1 April 2026.
Menurutnya, serangan berulang yang dialami personel TNI merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan mencerminkan rendahnya komitmen terhadap jaminan keselamatan pasukan perdamaian oleh pihak yang bertikai.
Selain itu, insiden tersebut menjadi luka tersendiri untuk TNI. Karena, harus kehilangan prajurit-prajurit terbaiknya di tengah-tengah misi menciptakan perdamaian dunia.
Ia mengatakan jika peristiwa itu tidak ditangani secara serius, tidak menutup kemungkinan pasukan perdamaian dari negara lain juga akan menjadi korban serangan di wilayah tersebut.
Oleh karenanya, Djamari kembali menekankan kepada PBB untuk bertindak tegas, bersatu, dan konsisten dalam menindaklanjuti hasil penyelidikan demi menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian.
Ia melanjutkan bahwa Kemenko Polkam selaku Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP) juga akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan personel di daerah penugasan.
Ia juga akan mendorong peninjauan ulang protokol keamanan prajurit agar sesuai dengan perkembangan situasi di wilayah konflik Lebanon selatan.

Menko Polkam Djamari Chaniago. Foto: Antara
Sebelumnya, tiga personel TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dikabarkan gugur saat bertugas di Lebanon pada Maret 2026 ini.
Berdasarkan data TNI, mereka yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar.
Fahrizal meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Minggu (29/3). Sedangkan Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin, 30 Maret 2026.