Gen Z Jadi Kunci Demokrasi, KPU Pasaman Barat Gencar Pendidikan Pemilih

Anggota KPU Kabupaten Pasaman Barat, Akbar Riyadi. Istimewa

Gen Z Jadi Kunci Demokrasi, KPU Pasaman Barat Gencar Pendidikan Pemilih

Whisnu Mardiansyah • 2 August 2026 20:46

Pasaman Barat: Anggota KPU Kabupaten Pasaman Barat, Akbar Riyadi, menyampaikan Generasi Z diperkirakan akan menjadi salah satu kelompok pemilih terbesar pada Pemilu 2029. Besarnya jumlah pemilih muda tersebut menjadikan Generasi Z memiliki peran strategis dalam menentukan tingkat partisipasi masyarakat sekaligus kualitas demokrasi di Indonesia.

Menurut Akbar Riyadi, kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan pemilih sejak dini. Generasi Z diharapkan memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta berpartisipasi dalam setiap tahapan demokrasi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

"Generasi Z memiliki peran strategis dalam demokrasi Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan literasi kepemiluan, literasi digital, dan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak pilih menjadi hal yang perlu terus didorong bersama," ujar Akbar Riyadi, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 2 Agustus 2026.

Ia menambahkan di era digital masyarakat memiliki akses informasi yang sangat luas. Oleh sebab itu, kemampuan menyaring informasi serta memahami isu-isu kepemiluan secara benar menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas.
 

KPU Kabupaten Pasaman Barat berkomitmen untuk terus melaksanakan pendidikan pemilih melalui berbagai kegiatan sosialisasi kepada pelajar, mahasiswa, komunitas kepemudaan, dan masyarakat luas sebagai upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2029.

Melalui berbagai program pendidikan pemilih tersebut, KPU Kabupaten Pasaman Barat berharap semakin banyak generasi muda yang memahami proses demokrasi, menggunakan hak pilih sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta turut menjaga pelaksanaan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

"Salah satu pembelajaran terbaik bagi Generasi Z adalah membiasakan diri menyaring informasi secara baik dan benar sehingga tidak mudah terpengaruh hoaks, fitnah, maupun ujaran kebencian. Generasi muda harus mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia," tutup Akbar Riyadi.

(Whisnu M)