Pemerintah Targetkan Konversi Motor Listrik hingga 6 Juta Per Tahun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh

Pemerintah Targetkan Konversi Motor Listrik hingga 6 Juta Per Tahun

Siti Yona Hukmana • 5 March 2026 18:26

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah tengah menyiapkan langkah percepatan program konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi listrik. Targetnya hingga 6 Juta per Tahun.

Bahlil mengatakan program konversi motor telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir, dengan target kurang lebih 200 ribu unit motor per tahun. Menurutnya, pemerintah akan menggenjot target, lantaran banyak penemuan teknologi baru.

"Tapi sekarang kan sudah mulai ada teknologinya, lebih murah. Jadi mungkin sekitar 4, 5, sampai 6 juta (target konversi per tahun). Jadi semakin ke sini semakin murah," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, seperti dilansir dari Antara, Kamis, 5 Maret 2026.

Bahlil mengatakan pemerintah juga sedang menyiapkan formulasi yang tepat untuk pemberian subsidi. Ia menyampaikan skema dukungan masih akan dibahas lebih lanjut oleh satuan tugas (satgas) yang baru dibentuk untuk mempercepat implementasi energi bersih.

"Nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga perencanaannya lebih-lebih betul-betul presisi," ujar Bahlil.

Ilustrasi. Foto: Dok. Media Indonesia.

Di samping itu, Bahlil mengumumkan pemerintah akan membentuk Satgas transisi energi untuk mempercepat implementasi program, termasuk konversi motor konvensional menjadi listrik.

Satgas ini dibentuk untuk percepatan konversi dari kendaraan bermotor konvensional yang jumlahnya mencapai 120 juta motor menjadi motor listrik.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan implementasi program tersebut dapat berjalan maksimal dalam waktu tiga hingga empat tahun, bahkan diharapkan bisa terealisasi lebih cepat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)