Prabowo Instruksikan Perguruan Tinggi Dukung Percepatan PLTS dan Konversi EV

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. Foto: ANTARA/Maria Cicilia Galuh.

Prabowo Instruksikan Perguruan Tinggi Dukung Percepatan PLTS dan Konversi EV

Fachri Audhia Hafiez • 5 March 2026 18:12

Jakarta: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar perguruan tinggi terlibat aktif dalam transisi energi nasional. Kampus diminta memberikan dukungan penuh melalui riset dan kajian ilmiah untuk mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta konversi kendaraan listrik (EV).

"Jadi kami dari perguruan tinggi, riset-riset, hasil-hasil penelitian, dan juga kajian-kajian itu diminta mendukung percepatan solar cell ya, PLTS," kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Kamis sore, 5 Maret 2026.
 


Brian menjelaskan bahwa riset dari perguruan tinggi akan difokuskan untuk menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar diesel (PLTD) yang selama ini membebani anggaran karena biaya operasional yang mahal. Selain sektor kelistrikan, kampus juga didorong untuk mengakselerasi teknologi konversi kendaraan listrik guna memutus ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Yang kedua juga adalah bagaimana mempercepat konversi menjadi electric vehicle ya, kendaraan listrik. Kenapa? Karena kedua hal tadi, pembangkit yang masih diesel maupun kendaraan listrik itu kan masih tergantung pada BBM ya," lanjut Brian.

Langkah ini diambil pemerintah untuk membentengi ekonomi nasional dari fluktuasi harga energi global dan tingginya angka impor. Presiden, menurut Brian, juga meminta percepatan penggunaan kompor listrik di masyarakat sebagai solusi jangka panjang menekan ketergantungan serta beban subsidi pada LPG.

"Jadi Pak Presiden meminta agar tadi beberapa menteri yang terkait untuk mempercepat pelaksanaan ini, sehingga ketergantungan kita terhadap impor, ketergantungan kita terhadap harga yang mungkin cepat berubah itu bisa dikurangi," tuturnya.


Ilustrasi. Foto: Freepik.com.

Dalam pelaksanaannya, seluruh kajian dan penelitian dari perguruan tinggi akan dikoordinasikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Brian memastikan kementeriannya akan bergerak cepat menerjemahkan arahan Presiden menjadi agenda riset yang konkret di berbagai universitas.

"Kementerian Diktisaintek sifatnya kita mendukung hasil-hasil kajian, kita percepat, kajian-kajian, penelitian-penelitian terkait tiga hal tadi, itu kita akan dikoordinasikan oleh Bapak Menteri ESDM," kata Brian.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi. Satgas ini bertugas mengejar target konversi 120 juta motor konvensional ke listrik serta pengembangan PLTS hingga 100 gigawatt (GW) dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)