Kualitas Layanan Haji 2026 Disebut Meningkat Signifikan

Jemaah Haji asal Indonesia. Foto: MI/Akmal

Kualitas Layanan Haji 2026 Disebut Meningkat Signifikan

Akmal Fauzi • 29 May 2026 14:38

Jakarta: Wakil Menteri Agama sekaligus Amirulhaj, Romo Muhammad Syafii, mengapresiasi pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Penyelenggaraan haji 2026 dinilai mengalami peningkatan kualitas yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Romo Syafii, kehadiran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang kini menangani langsung prosesi rukun islam kelima tersebut, membawa energi dan semangat baru.

“Pelaksanaan haji tahun ini sangat berbeda. Saya sudah empat tahun berturut-turut melaksanakan haji, dan tahun ini terasa sekali ada lompatan pelayanan,” ujar Romo Syafii saat memberikan keterangan di Mina, Arab Saudi, dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia memetakan sedikitnya ada delapan aspek utama yang mengalami perbaikan fundamental, mulai dari fase pemberangkatan, penerbangan, transportasi, akomodasi hotel, konsumsi, layanan kesehatan, fase puncak haji di Armuzna (Arafah-Muzdalifah-Mina), hingga skema kepulangan.

Pada fase pemberangkatan, durasi waktu tunggu jemaah berhasil dipangkas secara efektif seiring dengan pengetatan kriteria istita’ah (kemampuan fisik dan kesehatan). Langkah tegas diambil demi keselamatan jemaah, di mana sebanyak 345 calon jemaah yang kondisi kesehatannya menurun di bandara terpaksa dipulangkan. Di sisi lain, ketepatan waktu (ontime performance) jadwal penerbangan juga terjaga dengan baik.
 


Saat tiba di Tanah Suci, jemaah diperlakukan bak tamu VIP sejak pertama kali turun dari pesawat. Layanan bus salawat beroperasi nonstop 24 jam untuk mobilitas jemaah.

Kualitas akomodasi pun tak luput dari pujian. Hotel di sektor yang relatif jauh seperti Hotel Al-Hidayah, dilaporkan sangat bersih, nyaman, dan memiliki aksesibilitas yang efisien.

Dari sektor konsumsi, Romo Syafii memastikan pemenuhan gizi jemaah berjalan tanpa kendala ragam menu.

“Soal makanan tidak ada keluhan. Malah jemaah bilang khawatir badannya naik. Kami sengaja mengurangi cabai demi menjaga kesehatan menjelang puncak haji,” kata Romo Syafii.

Lompatan besar juga terlihat pada sektor pelayanan kesehatan, yang tahun ini bersinergi dengan Saudi German Hospital. Kehadiran klinik satelit di setiap menara pemondokan berfungsi optimal, yang berdampak pada penurunan drastis angka jemaah sakit maupun angka kematian.

Memasuki fase krusial di Armuzna, panitia menerapkan sistem zonasi tenda jemaah yang telah diberi nama per kloter agar tidak ada lagi jemaah yang tidak mendapatkan tenda. Proses mobilisasi jemaah saat prosesi Armuzna pun berjalan jauh lebih tertib. Selain itu, penyediaan 18 unit mobil buggy menjadi solusi krusial bagi jemaah lansia dan risti yang kesulitan beraktivitas di Mina.


Ilustrasi ibadah Haji. Foto: Metro TV/Bahol.

Keberhasilan pengelolaan ini menuai respons positif dari otoritas Arab Saudi. Menteri Dalam Negeri Arab Saudi secara khusus memanggil Menteri Haji Indonesia untuk menyerahkan penghargaan langsung.

Menteri Haji RI, Gus Irfan Yusuf, juga mendapat kehormatan diundang ke Istana Mina.  Ia menegaskan, kesuksesan penyelenggaraan haji tahun ini tidak lepas dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, yang menginstruksikan agar negara hadir sepenuhnya demi memberikan pelayanan terbaik dan memuliakan umat yang menunaikan ibadah haji.

(M Sholahadhin Azhar)