Laporan Sebut AS dan Israel Dukung Kembalinya Eks Presiden Honduras Berkuasa

Mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez. Foto: Anadolu

Laporan Sebut AS dan Israel Dukung Kembalinya Eks Presiden Honduras Berkuasa

Fajar Nugraha • 1 May 2026 09:43

Tegucigalpa: Laporan investigasi pada Rabu, 29 April 2026, menyebut bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diduga terlibat dalam upaya mengembalikan mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez ke panggung kekuasaan.

Investigasi gabungan Hondurasgate dan media Spanyol Canal RED mengungkap adanya dugaan operasi politik dan korupsi yang bertujuan memulihkan posisi Hernandez. Ia sebelumnya divonis 45 tahun penjara di Amerika Serikat pada Juni 2024 atas kasus perdagangan narkoba dan senjata.

Laporan tersebut menyertakan rekaman audio dari percakapan di aplikasi pesan yang memperlihatkan pembahasan antara Hernandez dan sejumlah pejabat Honduras, termasuk Presiden saat ini Nasry Asfura. Dalam rekaman itu, disebutkan adanya dukungan dari AS dan pendanaan dari Israel.

Hernandez juga terdengar menyebut peran Netanyahu dalam proses pembebasannya. “Perdana Menteri Israel akan mendukung kami. Kami sangat berterima kasih kepadanya karena mereka memiliki peran besar dalam pembebasan saya,” ujarnya dalam rekaman yang dipublikasikan, dikutip dari Anadolu Agency, Kamis, 30 April 2026.

Trump diketahui memberikan pengampunan kepada Hernandez pada Desember 2025, sehari setelah pemilu Honduras yang dimenangkan Asfura dari Partai Nasional. Keputusan itu menuai kontroversi karena berlangsung di tengah tuduhan kecurangan dan masalah teknis dalam pemilu.

Dalam percakapan lain, Hernandez mengisyaratkan rencana kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2030 dengan dukungan politik dari pihak yang sama. Ia juga menyinggung peran Trump dalam kesepakatan tersebut.

Laporan itu juga mengungkap adanya rencana menjadikan Honduras sebagai pusat investasi dan operasi strategis. Sejumlah proyek besar disebut melibatkan perusahaan asing, termasuk pengembangan zona perdagangan bebas, bandara internasional, dan jalur kereta antarsamudra.

Jika terbukti, dugaan ini menimbulkan kekhawatiran tentang intervensi asing dalam politik domestik Honduras serta dampaknya terhadap kedaulatan negara tersebut.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)