Pemkot Jakbar Kaji Penerapan Teknologi Pirolisis Atasi Masalah Sampah

Ilustrasi sampah. Foto: MI/Pius Erlangga.

Pemkot Jakbar Kaji Penerapan Teknologi Pirolisis Atasi Masalah Sampah

Anggi Tondi Martaon • 28 April 2026 19:33

Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) tengah mengkaji penerapan teknologi pengolahan limbah pirolisis. Hal itu dilakukan untuk mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

"Prosesnya masih kajian, masih diskusi, karena ini membutuhkan banyak instrumen. Tentu kami juga harus berkoordinasi dengan Dinas LH sebagai leading sektornya mengenai sampah," kata Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah saat dikutip dari Antara, Selasa, 28 April 2026.

Proses kajian itu penting untuk diperjelas. Sehingga, penerapan teknologi tersebut tidak menyalahi ketentuan lingkungan serta aturan yang berlaku.

"Artinya komunikasi harus betul-betul clear and clean (jelas dan bersih) secara dokumen, evident (bukti), instrumen itu betul-betul secara formal tidak menyalahi ketentuan," ungkap Iin.

Kajian juga perlu dilakukan untuk memastikan penerapan program tersebut efektif mengatasi masalah sampah dan berorientasi kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Iin mengatakan pendanaan kreatif (creative financing) juga masih dipertimbangkan melalui kerja sama dengan pihak swasta. Sehingga, tidak sepenuhnya membebani Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Harapannya business to government ini bisa kita lakukan dengan creative financing atau skema pembangunan yang tidak membebani APBD saja. Artinya, tanpa APBD kita bisa dengan swasta lewat kemitraan. Tetapi tentu ini perlu dibahas dalam satu rumusan kerja sama yang lebih formal," pungkas Iin.

Secara umum teknologi pirolisis itu tidak melakukan pembakaran langsung (indirect combustion). Teknologi tersebut dinilai ramah lingkungan dan mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Ilustrasi sampah. Foto: Medcom.id.

Cara kerjanya dengan memasukkan sampah plastik ke dalam reaktor (pirolizer), lalu dipanaskan tanpa oksigen sehingga rantai polimer terputus dan berubah menjadi uap. Uap yang didinginkan akan menghasilkan cairan (minyak) dan gas.

Suhunya bisa mencapai 400-700 derajat celcius, sehingga tidak terjadi pembakaran langsung, melainkan melalui perambatan panas. Khusus sampah organik, prosesnya memakan waktu 1,5 jam untuk 30 ton sampah.

Teknologi pirolisis ini diharapkan dapat mengatasi masalah sampah di wilayah Jakarta Barat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)