Campak Orang Dewasa Lebih Berbahaya! Siapa Kelompok Paling Rentan?

Ilustrasi freepik

Campak Orang Dewasa Lebih Berbahaya! Siapa Kelompok Paling Rentan?

Muhamad Marup • 3 May 2026 11:14

Jakarta: Campak kerap dianggap penyakit yang identik dengan anak-anak. Padahal, campak bisa menyerang orang dewasa dan dampaknya justru lebih berbahaya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Harimat Hendarwan. Ia juga menyebut, saat ini sekitar delapan persen kasus campak adalah orang dewasa.

"Sering dianggap penyakit anak-anak, ketika virus campak menginfeksi orang dewasa perjalanan penyakitnya bisa berbeda. Gejalanya bisa terasa lebih berat, pemulihan lebih lama, dan risiko komplikasi meningkat," ujar Harimat, dalam keterangan resminya, Minggu, 3 Mei 2026.

Ia menyebutkan beberapa alasan campak bisa berbahaya pada orang dewasa, antara lain gejala lebih berat dan intens, risiko komplikasi lebih tinggi (pneumonia, hepatitis, ensefalitis, komplikasi neurologis), pemulihan lebih lama, dan risiko penularan lebih luas.

Kelompok rentan dan dampaknya

Ibu hamil
Meski berbahaya, Harimat menekankan tidak semua orang dewasa memiliki risiko yang sama. Kelompok dengan risiko lebih tinggi antara lain perempuan hamil yang dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, serta risiko komplikasi pada ibu.

"Jika seorang wanita tertular campak selama kehamilan, dapat mengakibatkan bayinya terlahir prematur dengan berat badan rendah," terangnya.

Imun lemah
Ia juga menyebut individu yang kekurangan vitamin A atau sistem imun lemah akibat penyakit HIV dan lainnya jadi kelompok dengan risiko tinggi. Menurutnya, campak dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat tubuh lupa cara melindungi diri dari infeksi.

Di negara berkembang, lanjut Harimat, di mana kekurangan gizi, terutama kekurangan vitamin A, dan paparan penyakit menular lainnya umum terjadi, angka kematian akibat campak sekitar 3-6%. Sedangkan di negara-negara maju, kematian akibat campak sekitar 0,01-0,1%.

"Risiko kematian terbesar terjadi pada anak-anak di bawah usia 1 tahun dan pada orang dewasa di atas usia 30 tahun," jelasnya.

Penyakit kronis
Orang dengan penyakit kronis juga masuk dalam kelompok rentan karena dapat mengakibatkan komplikasi serius dan kematian. Komplikasi terjadi pada sekitar 30 persen kasus yang dilaporkan.

"Komplikasi lebih mungkin terjadi pada anak-anak dengan kekurangan gizi, terutama mereka yang kekurangan vitamin A atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat HIV atau penyakit lainnya," katanya.

Komplikasi campak yang relatif umum meliputi otitis media, laringotrakeobronkitis (croup), diare, dan pneumonia. Komplikasi lain yang dapat terjadi antara lain kebutaan, ensefalitis atau infeksi yang menyebabkan pembengkakan otak dan berpotensi kerusakan otak, diare parah dan dehidrasi, infeksi telinga, serta masalah pernapasan berat termasuk pneumonia.

"Komplikasi paling sering terjadi pada anak-anak di bawah 5 tahun dan orang dewasa di atas usia 30 tahun," terangnya.

Dinkes Cirebon Masifkan Vaksinasi di Zona KLB Campak

Ilustrasi campak. (Freepik)

Efektivitas Vaksin

Hikmat menerangkan, vaksin MMR dianjurkan bagi orang dewasa yang belum memiliki bukti kekebalan. Menurutnya, banyak orang dewasa tidak mengetahui status imunisasi mereka, sehingga kasus campak pada kelompok ini meningkat. 

"Vaksin umumnya aman, termasuk booster, namun tidak dianjurkan bagi ibu hamil, individu dengan gangguan imun, pasien kemoterapi, penerima transplantasi, atau individu dengan HIV tidak terkontrol.

Ia menambahkan, pada kondisi tertentu, dua dosis disarankan. Terutama bagi tenaga kesehatan dan pelancong internasional, dengan jarak minimal 28 hari.

"Dua dosis memberikan perlindungan sekitar 97%," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)