Ilustrasi--Bus terguling di Tanjakan Emen. MI/ Reza S
PJU Rusak, Kecelakaan di Tanjakan Emen Terus Terjadi 3 Hari Berturut-turut
Media Indonesia • 27 November 2023 18:38
Bandung: Selama tiga hari berturut-turut, terjadi kasus kecelakaan di Tanjakan Emen yang berada di wilayah perbatasan Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dengan Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat.
Pertama, kecelakaan tunggal sebuah truk boks bermuatan air mineral kemasan yang hilang kendali hingga menabrak dinding penahan tanah di jalur berlawanan hingga terbalik pada Jumat, 24 November 2023, sekitar pukul 05.00 WIB.
Kemudian pada Sabtu, 25 November 2023, pukul 20.28 WIB, seorang pengendara motor warga asal Jalancagak Subang meninggal dunia di tempat kejadian setelah bersenggolan dengan kendaraan lain. Terakhir, seorang pengendara motor asal Karawang menjadi korban tabrak lari dan meninggal dunia saat saat penanganan di puskesmas pada Minggu pagi, 26 November 2023.
Koordinator Pokja Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Desa Tangguh Bencana (Destana) Ciater, Teten mengatakan, tingginya kasus kecelakaan di Tanjakan Emen diduga karena kurangnya sarana penunjang.
"Rambu-rambu peringatan bagi pengguna jalan masih minim, ditambah Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur rusak sehingga pada malam hari jadi gelap gulita. Dengan gradien tanjakan yang cukup tinggi, ditambah jalur berkelok-kelok, bisa dibayangkan seberapa tinggi tingkat kerawanannya," ucap Teten, Senin, 27 November 2023.
Dia menyebutkan, banyak tiang lampu PJU yang terpasang di sepanjang jalur Tanjakan Emen tidak berfungsi baik. Padahal keberadaan PJU sangat penting bagi pengguna kendaraan khususnya pada malam hari.
"Awal-awal setelah pelebaran jalan, lampu PJU di sepanjang Tanjakan Emen berfungsi baik, tetapi tidak lama kemudian mulai mati satu-persatu, sampai akhirnya tidak ada lagi yang berfungsi," katanya.
Sejauh ini Destana Ciater sudah melakukan upaya pengurangan risiko kecelakaan di Tanjakan Emen, mulai dari imbauan melalui media sosial, lalu mendirikan Pos Aju Emen, serta berkoordinasi dengan unsur-unsur terkait di Kabupaten Subang.
"Kami sudah sampaikan baik lisan maupun surat berisi kajian dan masukan terkait penguatan sarana prasarana umum yang dapat menunjang pengurangan risiko kecelakaan sejak tahun 2020 lalu. Dibutuhkan sinergi dari semua unsur agar bisa menekan angka kejadian kecelakaan di wilayah ini," ungkap Johanes, Fasilitator PRBBK-Destana.
Menurut Johanes, jika melihat Dokumen Kesiapsiagaan Destana Ciater tahun 2020-2025 ditambah dengan tingginya angka kejadian kecelakaan di Tanjakan Emen, bila kondisi ini terus dibiarkan, akan menimbulkan ketakutan bahkan rasa enggan para wisatawan luar daerah untuk berkunjung.
"Bakal berdampak pada turunnya angka kunjungan wisatawan ke Ciater, sementara sebagian besar warga Desa Ciater dan sekitarnya memperoleh penghasilan dari sektor wisata," tuturnya.